PM Inggris dan Presiden Perancis Menolak Liga Super Eropa Pengganti Liga Champion

- 19 April 2021, 20:53 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. /Handout via REUTERS/Jessica Taylor

HALLO BOGOR - Dua kepala negara Eropa masing-masing Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menentang rencana kompetisi Liga Super Eropa.

European Super League atau Liga Super Eropa oleh UEFA diproyeksikan menjadi pengganti Liga Champions.

Johnson melalui Twitter pribadinya, @BorisJohnson, menuliskan: “Liga Super Eropa akan sangat merusak sepak bola dan kami mendukung tindakan yang akan dilakukan otoritas sepak bola.”

Baca Juga: Via Valen Mengaku Tidak Bisa Memilikinya Meskipun Dia Sangat Setia, Bikin Netizen Baper

Agenda ini, kata mereka, akan menyakiti liga-liga domestik dan menjadi perhatian para penggemar sepak bola di seluruh negeri.

Baca Juga: PTM Terbatas Harus Dipersiapkan dengan Matang, Epidemiolog Sarankan Ini

Manajemen klub-klub harus menjawab pertanyaan para fan sebelum mengambil langkah lebih jauh.

Baca Juga: Tolak Permen Soal Benih Lobster Era Edhy Prabowo, Begini Permintaan Pengamat buat KKP

Rencana UEFA membentuk kompetisi Liga Super Eropa juga mendapat kecaman dari Emmanuel Macron, Presiden Perancis.

Baca Juga: Begini Kesiapan Polisi Hadang Para Pemudik Nekat, Jalur Tikus Pun Tak Akan Bisa Lolos

Dia menghargai langkah klub-klub Perancis, karena telah menolak berpartisipasi dalam liga tersebut.

Menurut Reuter, pihak Istana Kepresidenan Prancis Elysee menyatakan bahwa, “Presiden menyambut baik posisi klub-klub Perancis menolak berpartisipasi dalam proyek Liga Super Eropa yang mengancam prinsip solidaritas dan olahraga.”

Disebutkan bahwa Prancis mendukung langkah LFP, FFF, UEFA dan FIFA untuk melindungi integritas setiap kompetisi, baik nasional maupun di Eropa.

Baca Juga: Tokoh Lintas Agama Kompak Minta Kepolisian Segera Tindak Tegas Joseph Paul Zhang

Bukan hanya para pemimpin negara saja, mantan kapten Manchester United Gary Neville turut mengecam rencana Liga Super Eropa.

Dia menggambarkan rencana tersebut sebagai “aib yang nyata”, karena pemilik klub didorong oleh “keserakahan semata.”

Telah diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 klub besar Eropa, membuat kesepakatan untuk menggelar model kompetisi baru bernama European Super League (ESL).

Baca Juga: Jadikan Rumah Seperti Salon, 4 Perawatan Tubuh Ini Bisa Dilakukan Sambil Ngabuburit di Masa Pandemi

Klub-klub tersebut adalah: Manchester United, Liverpool, Manchester City, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur, Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.

Presiden Real Madrid Florentino Perez ditunjuk sebagai presiden ESL, adalah orang yang pertama menyatakan bahwa liga baru tersebut merupakan upaya demi membawa sepak bola ke tempat yang selayaknya.

“Sepak bola adalah satu-satunya olahraga di dunia yang memiliki lebih dari empat miliar penggemar dan tanggung jawab kami sebagai klub besar adalah menjawab keinginan mereka,” kata Perez.***

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X