Puasa Ayyamul Bidh Sangat Dianjurkan, Berikut Dalil-dalilnya dan Bacaan Niatnya

- 26 Maret 2021, 16:11 WIB
Ilustrasi berdoa.
Ilustrasi berdoa. /Dok. Hallo Media/M. Rifa'i Azhari

HALLO BOGOR - Salah satu puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan karena keutamaan dan keistimewaannya adalah puasa sunnah tiga hari di pertengahan bulan Hijriyah, tanggal 13, 14, 15 di setiap bulannya. Puasa ini sering disebut Puasa “Ayyamul Bidh”.

Kecuali yang bertepatan dengan tanggal 13 Dzulhijah, maka dilarang mengerjakan puasa Ayyamul Bidh karena tanggal 13 Dzulhijah adalah hari tasyriq.

Kenapa Dinamakan Ayyamul Bidh?

Ayyamul Bidh dikenal dengan istilah puasa putih, karena pada tanggal 13,14, dan 15, bulan sedang terang benderang menuju purnama sehingga langit tampak putih.

Baca Juga: Bulan Syaban Saatnya Perbanyak Ibadah untuk Persiapan Menyambut Ramadhan, Ini Enam Ibadah yang Dianjurkan

“hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

Baca Juga: Inilah Makna Kata Shalat dan Sejarah Shalat Lima Waktu dalam Perjalanan Islam

Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa ayyamul bidh berasal dari kisah Nabi Adam. Asal mula diberlakukannya puasa ayyamul bidh adalah ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi dan kulit tubuhnya terbakar matahari. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Baca Juga: Isra Miraj Menjadi Sarana untuk Bersihkan Hati dengan Kesabaran dan Meneguhkan Iman

Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15).

Halaman:

Editor: Wowo Ario Sungkowo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X