Soal Kerumunan Megamendung, Habib Rizieq akan Dipanggil Polda Jabar

- 21 November 2020, 17:15 WIB
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (tengah). /ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc

 

HALLO BOGOR- Pihak kepolisian akan memanggil Habib Rizieq, terkait adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan, akibat kerumunan massa di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut dikatakan Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago. Jukat 13 November 2020 lalu.

Menurutnya , Habib Rizieq akan diminta klarifikasi mengenai keterkaitan dirinya dengan lokasi acara peletakan batu pertama di Megamendung, apakah di hanya diundang oleh panitia penyelenggara

"Rizieq Shihab pasti akan dipanggil oleh penyidik untuk klarifikasi, jadi alur permasalahannya akan jelas," kata Erdi di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu 21 November 2020.

Baca Juga: Fahri Hamzah Komentari Pencopotan Baliho Habib Rizieq oleh TNI

Erdi juga menjelaskan, Setelah pemeriksaan awal selesai, waktu untuk pemanggilan Habib Rizieq, akan diagendakan. Saat ini masih ada sejumlah pihak yang belum hadir untuk memberi klarifikasinya ke petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat.

Mereka yang belum hadir tersebut, sambungnya, adalah, Bupati Bogor Ade Yasin karena terkonfirmasi COVID-19, serta Ketua RW setempat karena sakit, dan pihak penyelenggara acara Habib Muchsin Alatas. Namun, Habib Muchsin tidak hadir tanpa adanya keterangan.

Dia juga mengungkapkan, Polisi sudah merencanakan akan mengundang seorang lainnya yaitu, Ustadz Asep Agus Sofyan, selaku paitia penyelenggara acara, pada hari selasa 24 November 2020 mendatang. Demikian seperti yang dikutip Hallobogor.com dari Antara.

Baca Juga: Respon Jubir Wapres Terkait Usulan Pertemuan Habib Rizieq - Ma'ruf Amin

Polisi sudah memeriksa Sekda Bogor, Kepala Satpol PP Bogor, Camat Megamendung, dan sejumlah orang lainnya. Dari pemeriksaan itu, menurut dia, acara di Megamendung, Bogor yang menyebabkan kerumunan itu tidak memiliki izin.

"Dari keterangan kemarin, Jumat 20 November 2020, sebagian besar menyatakan bahwa izin tidak ada, lalu para pejabat pemerintah daerah setempat sudah menyampaikan imbauan protokol kesehatan," pungkas Erdi.***

Halaman:

Editor: Asep Saeful Hidayat

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X