Menteri Luhut Pandjaitan Temukan Pabrik di Sektor Esensial yang Aktifkan Shift Malam

- 17 Juli 2021, 11:42 WIB
Koordinator Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali Luhut Pandjaitan.
Koordinator Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali Luhut Pandjaitan. /Instagram.com/@luhut.pandjaitan

HALLO BOGOR - Koordinator Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali Luhut Pandjaitan menuturkan berdasarkan penemuan di lapangan, terjadi pelanggaran adanya pabrik di sektor esensial yang mengaktifkan shift malam.

Luhut Pandjaitan menyebut, di, saat PPKM Darurat, akibat beroperasinya pabrik di sektor esensial menyebabkan indeks cahaya malam di kota/kabupaten yang memiliki aktivitas meningkat signifikan.

Luhut Pandjaitan mengungkap Jumlah karyawan masuk dalam 24 jam tetap 100 persen meskipun PPKM Darurat sudah diberlakuan oleh pemeritah.

Baca Juga: Empat Hari Pascabanjir Kabupaten Kayong Utara Tinggi Muka Air Mulai Menurun

Oleh karena itu, Luhut Pandjaitan meminta Kementerian Perindustrian agar melakukan pengawasan PPKM Darurat lebih ketat terhadap pelaksanaan di lapangan serta mengevaluasi penerbitan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI).

"Saya juga meminta kepada kepolisian agar mengawasi implementasi PPKM Darurat ini dengan mengacu pada panduan umum dan sektor yang masuk di sektor kritikal dan esensial sesuai pada Instruksi Mendagri," imbuh Luhut Pandjaitan.

Permintaan tersebut berdasarkan pengamatan di beberapa wilayah khususnya area sektor industri mengalami peningkatan intensitas cahaya malam hari yang menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Vaksin Gotong Royong Berbayar Dibatalkan, BUMN Kimia Farma Dilarang Jualan Vaksinasi Covid-19

"Perlu diwaspadai, di Karawang sudah muncul kluster Covid-19 dari kawasan industri. Saya minta pengetatan dan tidak memberikan celah untuk pelanggaran yang tidak sesuai aturan berlaku," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 17 Juli 2021.

Arahan Luhut Pandjaitan tersebut diberikan karena masih ada temuan di lapangan bahwa banyak perusahaan yang merubah IOMKI mereka dari sektor esensial menjadi kritikal di saat PPKM Darurat.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X