Polda Jateng Ungkap Peredaran Alat Rapid Tes Anti Gen Berbagai Merk yang Belum Berijin

- 6 Mei 2021, 14:04 WIB
Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran alat rapid tes anti gen yang Belum Berijin edar.
Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran alat rapid tes anti gen yang Belum Berijin edar. /Dok. jateng.polri.go.id

HALLO BOGOR - Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran alat rapid tes anti gen berbagai merk yang diduga tanpa ijin dan diduga kuat palsu serta tidak memenuhi persyaratan.

Kasus itu terungkap setelah Ditreskrimsus Polda Jateng mengamankan salah seorang karyawan PT. SSP yang berkantor di Jakarta berinsial SPM usia 34 tahun dengan barang bukti ratusan box rapid anti gen yang belum mengantongi ijin edar.

“Dari pengakuan pelaku, dalam satu minggu bisa menjual 300 hingga 400 box dengan harga jualnya Rp100 ribu per box” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi.

Baca Juga: 4 Film Korea yang Cocok untuk Menemani Libur Lebaran, Simak Dulu Sinopsisnya

Jadi lanjut Kapolda, penjualan bisa mencapai antara Rp40 juta hingga Rp160 juta selama satu bulan. Jika ditotal selam 5 bulan Rp800 juta.

“Itu pendapatan bersih”, ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi saat rilis ungkap kasus di Mapolda Jateng, Rabu, 5 Mei 2021.

Sedangkan, untuk pendapatan kotor selama 5 bulan mencapai Rp2,8 milyar, dengan area pemasaran khususnya diwilayah Jateng.

Baca Juga: Pelaku Gig Economy Belum Terlayani Industri Keuangan, Ini yang Dilakukan oleh BRI

“Sudah kita amankan 450 pack di TKP di wilayah Genuk Semarang Utara dan langkah cepat ini harus diambil karena jangan sampai dalam situasi Covid-19 ini ada pihak-pihak yang mencari keuntungan”, tegasnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: Polda Jateng


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X