Soal Munarman yang Ditutup Matanya Saat Digiring Menuju Polda, Begini Penjelasan Polri

- 28 April 2021, 20:44 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberi keterangan pers terkait penangkapan oleh Tim Densus 88 Antiteror terhadap terduga teroris mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 27 April 2021.
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberi keterangan pers terkait penangkapan oleh Tim Densus 88 Antiteror terhadap terduga teroris mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 27 April 2021. /ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa

 

HALLO BOGOR - Densus 88 Antiteror telah menangkap eks Sekretaris Umum (Sekum) FPI, Munarman terkait dugaan mengarahkan orang lain untuk berbaiat teroris, Selasa sore, 27 April 2021.

Proses penangkapan Munarman oleh Polri sudah sesuai Standar Operasinal Prosedur (SOP), termasuk menutup wajah Munarman saat digiring ke menuju Polda Metro Jaya.

“Ada dua hal yang perlu saya jelasin. Pertama, Munarman waktu ditangkap statusnya sebagai tersangka. Kedua, matanya ditutup, itu standar penangkapan terhadap tersangka teroris yang ditangkap,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu, 28 April 2021.

Baca Juga: Begini Cara Sandra Dewi Menjaga Daya Tahan Tubuh agar Imunitas Tidak Menurun

“Dengan pertimbangan kejahatan teror adalah kejahatan terorganisir yang jaringannya luas. Penangkapan satu jaringan akan membuka jaringan-jaringan yang lainnya,” sambungnya.

Baca Juga: Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2022, ADB Minta Lakukan Ini Atasi Utang Negara

Selain itu, Kombes Ramadhan mengungkapkan bahaya dari kelompok teror yang ada di sekeliling si tersangka teroris.

Baca Juga: Manchester City Bakal Jadi Mimpi Buruk Buat PSG pada Leg Pertama Semifinal Liga Champions

Maka dari itu, mata Munarman ditutup supaya tidak bisa mengenali identitas petugas yang menangkapnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: Divisi Humas Polri


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X