Menko Marves Minta KPK Aktif Awasi Proyek Strategis Berskala Nasional, Begini Penjelasan Luhut

- 15 April 2021, 09:12 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. /Instagram.com/@luhut.pandjaitan

HALLO BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk aktif mengawasi proyek strategis berskala nasional, terutama terkait dengan penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Luhut, dalam Peluncuran Aksi Strategis Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Jakarta mengatakan dengan pengawasan secara intensif di sejumlah proyek vital yang bernilai triliunan, maka potensi anggaran belanja negara yang dihemat bisa mencapai Rp225 triliun.

Dan itu juga akan dapat mendorong kemampuan industri nasional tumbuh secara optimal dalam pemenuhan barang modal dari industri dalam negeri.  “Kami sisir lagi, ada 17 item (produk) yang ternyata bisa kita buat di dalam negeri. Itu nilai 17 miliar dolar AS dan itu sama dengan Rp225 triliun rupiah, ini angka yg sangat besar,” kata Luhut.

Baca Juga: ‘Jangan Menyerah’ Rian D'Massiv Beri Semangat Masyarakat Terdampak Siklon Tropis Seroja di NTT

Menurut dia, angka itu berasal dari penyisiran terhadap belanja pemerintah untuk modal dan barang dalam setahun yang sebesar Rp1.300 triliun. Dari sejumlah pengadaan untuk barang modal dan barang itu, ternyata masih banyak yang berasal dari impor. Padahal, kata Luhut, banyak komponen barang modal tersebut bisa diproduksi dari dalam negeri.

Baca Juga: TransJ dan MRT Ijinkan Makan dalam Bis Saat Puasa Bulan Ramadhan, Ini Syaratnya

Dari belanja pemerintah untuk belanja modal dan barang sebesar Rp1.300 triliun, kata dia, terdapat 45 barang (item) besar bernilai 34 miliar dolar AS yang sebagian besar dari impor.

Baca Juga: TNI AU Terjunkan Pasukan Gulben di Malang, Ini yang Mereka Lakukan di Dua Desa

Setelah dilakukan penyisiran, ujar dia, ditemukan bahwa terdapat 17 barang yang ternyata bisa dibuat di dalam negeri dan memiliki nilai sebesar 17 miliar dolar AS atau setara dengan Rp225 triliun.

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X