Terkait PP Hak Cipta Musik, Ini 14 Tempat dan Jenis Kegiatan yang Ditarik Royalti Bila Memutar Lagu

- 8 April 2021, 11:57 WIB
Presiden Joko Widodo sudah meneken PP Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu.
Presiden Joko Widodo sudah meneken PP Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu. /Twitter.com/@setkabgoid

 

HALLO BOGOR - Hati-hati bila inging memutar lagu atapun menyanyikan lagu secara komersil bila tidak ingin digugat usai Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 tahun 2021.

 

PP tersebut berisikan tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan / atau Musik yang ditandatangani Presiden pada 30 Maret 2021 lalu.

Penerbitan PP tersebut pun mendapatkan sambutan baik dari para musisi Indonesia, karena dianggap akan memperkuat isi Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 mengenai Hak Cipta.

Baca Juga: 5 Fakta Peranan Ibu Tien Soeharto di TMII, yang Segera Diambilih Alih Pemerintahan Jokowi

"Untuk memberikan pelindungan dan kepastian hukum terhadap Pencipta, Pemegang Hak Cipta, dan pemilik Hak Terkait terhadap hak ekonomi atas lagu dan/atau musik serta setiap Orang yang melakukan Penggunaan Secara Komersial lagu dan/atau musik dibutuhkan pengaturan mengenai pengelolaan Royalti Hak Cipta lagu dan/atau musik," demikian bunyi bleid PP 56/2021.

Baca Juga: Potensi Besar di Indonesia, Kemenag Dorong Perbankan Syariah untuk Putuskan Mata Rantai Ekonomi Rente

Dalam PP tersebut, diatur tentang perlindungan sebuah karya dan pembayaran royalti yang kerap diputar di beberapa tempat. Royalti yang diatur dalam regulasi ini adalah imbalan atas pemanfaatan hak ekonomi suatu karya cipta atau produk yang diterima oleh pencipta atau pemilik hak.

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: Setkab


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X