Begini Penjelasan KPK Terkait Kepala Daerah yang Tidak Kapok Melakukan Tindakan Korupsi

- 7 April 2021, 21:52 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata hadir dalam pernyataan komitmen implementasi sistem penanganan pengaduan tipikor di Bengkulu, Rabu, 7 April 2021. /Twitter.com/@humaspemkotbkl

HALLO BOGOR - Tindakan korupsi yang semakin marak dilakukan oleh kepala daerah di tanah air, hingga saat ini belum menemukan metode yang tepat untuk meredamnya.

Padahal sudah banyak pula yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditahan di balik kamar jeruji. Namun sepertinya tidak mempan, tetap saja ada kepala daerah malakukan aksi tidak terpuji tersebut.

Hasil telaah banyak pakar dan pengamat, tindakan korupsi yang dilakukan para kepala daerah dipicu oleh tingginya ongkos politik saat suksesi pemilihan calon kepala daerah.

Baca Juga: Dorna Sport Tinjaua Kesiapan MotoGP, Kunjungi Bandara Lombok Apakah Bisa Didarati Jumbo Jet

Hal tersebut mendorong para kapala daerah berusaha sebisa mungkin untuk mengembalikan ongkos politik yang telah dikeluarkan.

Baca Juga: Masih Banyak Fans yang Suka, Begini Kerinduan Bastian Steel Terhadap Coboy Junior

Di sisi lain, gaji para kepala daerah yang dinilai tidak sesuai alias sangat kecil dibandingkan tanggung jawab yang mereka emban, juga menjadi penyebab tindakan koruptif.

Baca Juga: Rasis Anti Asia Meningkat di Negeri Paman Sam, Begini Himbauan Konsul Jenderal RI bagi WNI di AS

Seperti diungkapkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata. Ia  menilai gaji kepala daerah yang diterima saat ini terlalu kecil, tidak sepadan dengan tugas dan tanggung jawab. Hal itu menjadi salah satu pemicu kepala daerah melakukan tindak pidana korupsi.

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X