Ini Desa yang memiliki Potensi Risiko Terdampak Erupsi Gunung Merapi

- 22 November 2020, 19:35 WIB
Gunung Merapi. /Pixabay/3422763/

HALLO BOGOR - Berdasarkan hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi per Sabtu, 21 November 2020 telah terjadi guguran dengan jumlah 15, aplitudo 4-7 mm dalam durasi 13-90 detik.

Hembusan terjadi dengan jumlah 23, amplitudo 2-11 mm dalam durasi 10-19 detik. Sedangkan gempa vulkanik dangkal berjumlah 14 dengan amplitudo yang teramati 40-75 mm dalam durasi 14-42 detik.

Kemudian BPPTKG juga melaporkan adanya gemuruh guguran yang terdengar keras sebanyak satu kali dengan amplitudo 75 mm pada pukul 08.19 WIB dari Pos Pantau Babadan dan Kaliurang.

Baca Juga: BNPB Berikan Bantuan 1 M untuk 4 Kabupaten Zona KRB Gunung Merapi

Demikian informasi yang diterima redaksi dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati, Minggu, 22 November 2020.

Lebih lanjut, BPPTKG juga mengatakan bahwa potensi bahaya saat ini adalah berupa guguran lava dari aktivitas erupsi efusif dan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif serta awan panas sejauh maksimal lima kilometer dari puncak kawah.

Sehingga dalam hal ini, BPPTKG memberikan rekomendasi untuk wilayah KRB III dalam radius lima kilometer dari puncak kawah Merapi agar dikosongkan dari segala jenis aktivitas manusia dan tidak boleh ditinggali oleh penduduk.

Baca Juga: Menjelang Siang, Suara Guguran Gunung Merapi Terdengar Tiga Kali

Hal itu dimaksudkan agar apabila kemudian Gunung Merapi meletus sewaktu-waktu, maka tidak terjadi korban jiwa maupun kerugian harta benda.

Halaman:

Editor: Banny Rachman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X