Doni Minta Kluster Kerumunan Secara Sukarela Melakukan Tes Covid

- 20 November 2020, 22:41 WIB
Ketua Satgas Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo. /Dok. BNPB Indonesia/

HALLO BOGOR - Ketua Satgas Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo meminta semua pihak mendapat pemahaman yang baik tentang ancaman virus covid-19. Pengetahuan akan bahaya Covid-19 harus terus ditingkatkan dan menjadi kesadaran setiap individu.

Hal tersebut disampaikan Doni Monardo dihadapan wartawan saat melakukan kunjungan kerja kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi di Boyolali Jawa Tengah Jumat pagi, 20 November 2020.

Doni menceritakan, pengalaman sebelumnya saat kegiatan pertemuan Jamaah Tabligh di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada bulan Maret 2020. Apa dampaknya?

Baca Juga: Positif Covid-19, Lurah Petamburan Tunda Beri Keterangan kepada Polisi

"Akibat kegiatan itu ribuan orang terpapar Covid-19. Baik yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan peserta dari Pulau Jawa," ujar mantan Sesjen Wantanas itu.

Pada bulan Juni 2020 saat berkunjung ke Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, menyampaikan bahwa ada 2000 peserta asal Kalimantan Selatan yang ikut kegiatan Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan.

Dari 2 ribu itu baru 900 orang yang melaporkan diri. "Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalsel kepada saya bahwa tanggal 7 Juni 2020 ada korban 68 orang meninggal berasal dari mereka yang ikut kegiatan tersebut. Itulah yang membuat Kalsel menjadi zona merah, salah satu dari delapan provinsi dengan kasus tertinggi ketika itu," ungkap Doni.

Baca Juga: Selidiki Prokes, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV Sekitar Petamburan

Oleh karenanya harus dipahami, Covid-19 ini adalah ancaman nyata. Bukan konspirasi dan bukan rekayasa. Mereka yang menjadi korban adalah lansia, komorbid, (hipertensi, diabetes, jantung, ginjal dan sejumlah penyakit penyerta lainnya).

Halaman:

Editor: Banny Rachman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X