Vaksin Gotong Royong Berbayar Dibatalkan, BUMN Kimia Farma Dilarang Jualan Vaksinasi Covid-19

- 17 Juli 2021, 10:30 WIB
Ilustrasi vaksin Sinopharm.
Ilustrasi vaksin Sinopharm. /Dok. Hallo Media/M. Rifa'i Azhari

HALLO BOGOR - Kimia Farma sempat mengungkapkan BUMN tersebut membuka program vaksinasi gotong royong mandiri dengan menggunakan vaksin Sinopharm yang berbayar.

Reaksi masyarakat di dalam negeri dan luar negeri yang merespons rencana vaksin berbayar Kimia Farma sangat ramai di media, termasuk medsos.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Presiden juga telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar Kimia Farma.

Baca Juga: Jokowi Larang Menteri dan Kepala Lembaga Bepergian Keluar Negeri, Kecuali Menteri Luar Negeri

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma, semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Pramono Anung.

"Sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya," ujarnya menambahkan.

"Hal yang berkaitan dengan vaksin Gotong Royong mekanismenya tetap melalui perusahaan, dan perusahaan yang akan membayar kepada seluruh karyawan yang ada," papar Pramono.

Baca Juga: Tidak Punya Stok, Wabup Bogor, Cek Kesiapan Posko Pengendalian Oksigen di BPBD

Artinya, menurut Pramono, mekanisme untuk seluruh vaksin baik vaksin Gotong Royong maupun vaksinasi yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah.

"Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini tentunya 'sense of crisis' seluruh kementerian lembaga para pemimpin harus ada," ungkap Pramono di Istana Negara Jakarta, Jumat, 16 Juli 2021.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X