Kajati Sumut Siapkan Tiga Jaksa untuk Tangani Kasus Penembakan Wartawan

- 15 Juli 2021, 11:59 WIB
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian. /Dok. kejaksaan.go.id

 

HALLO BOGOR - Setelah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari pihak Polda Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) telah menunjuk tiga jaksa untuk menangani perkara penembakan Mara Salem Harahap, wartawan media online sekaligus pemilik LaserNewsToday di Kabupaten Simalungun.

Sumanggar Siagian, Kasi Penkum Kejati Sumut membenarkan telah membentuk tim jaksa yang menangani perkara kasus penembakan wartawan itu, saat dimintai konfirmasi, Rabu 14 Juli 2021.

Dia menegaskan bahwa Kejati Sumut saat ini masih menunggu berkas acara pemeriksaan (BAP) perkara tersebut dilimpahkan Polda Sumut untuk segera diteliti.

Baca Juga: Gibran Positif Terpapar COVId-19, Isolasi Mandiri tetapi Tetap Jalankan Pemerintahan Begini Caranya

"Kejati Sumut siap dalam melaksanakan tugas untuk meneliti berkas perkara kasus pembunuhan wartawan itu," kata Sumanggar yang juga mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu pula.

Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Kapolda Sumut dalam pernyataan melalui konferensi pers, di Markas Polres Pematang Siantar, Kamis 24 Juli 2021, , menyebut ada tiga tersangka dalam kasus penembakan wartawan Mara Salem Harahap. Mereka adalah yakni S (57), YFP (31), dan A seorang oknum anggota TNI yang beertindak sebagai eksekutor.

Polisi menjerat pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55, Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Baca Juga: Bima Arya Ungkap yang Tersulit bagi Pemimpin adalah Menyatukan antara Kata dan Perbuatan

Korban Mara Salem Harahap tewas dengan luka tembak pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021, tengah malam, saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumut.

Kronologi

Dalam konferensi pers pengungkapan kasus penembakan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra menjelaskan, pembunuhan tersebut berlatar belakang sakit hati Sujito kepada Marsal panggilan akrab Mara Salem Siagian.

Baca Juga: Bertemu Cargill, Menteri Bahlil Nyatakan Siap Membantu Realisasikan Rencana investasi

Sujito tidak lain adalah pemilik diskotek Ferrari. Dia merasa kesal atas perilaku Marsal, karena sering memberitakan kasus peredaran narkoba di diskotek milik Sujito.
Oleh karena itu, Sujito lantas menyuruh yang menjadi humas diskotik Ferrari untuk memberikan pelajaran kepada Marsal.

Sujito memberi uang Rp15 juta kepada YFH tujuannya untuk membeli senjata api jenis buatan USA. Setelah mendapatkan senjata api, H kemudian membuntuti Marsal sampai ke warung tuak.

Saat korbannya masih belum beranjak, YFH dan A buru-buru menuju rumah Marsal di desa Karang Anyar, kecamatan Gunung Maligas, kabupaten Simalungun.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X