Komnas HAM Memediasi Kasus Sengketa Lahan Orang Rimba Hitam-Hulu dengan Korporasi

- 12 Juni 2021, 15:26 WIB
Komnas HAM RI mengagendakan pertemuan koordinasi penanganan sengketa lahan antara Masyarakat Adat Orang Rimba Hitam-Ulu dan PT Sari Aditya Loka (SAL).
Komnas HAM RI mengagendakan pertemuan koordinasi penanganan sengketa lahan antara Masyarakat Adat Orang Rimba Hitam-Ulu dan PT Sari Aditya Loka (SAL). /Dok. Komnasham.go.id

 

HALLO BOGOR - Sengketa lahan di kawasan tinggal masyarakat adat Orang Rimba Hitam-Hulu, Kabupaten Sarolangun, Jambi menjadi perhatian Komnas HAM RI. Langkah mediasi antara berbagai pihak sebagai upaya menemukan solusi bersama.

Selama tiga hari, pada 9-11 Juni 2021, Komnas HAM RI mengagendakan pertemuan koordinasi penanganan sengketa lahan antara Masyarakat Adat Orang Rimba Hitam-Ulu dan PT Sari Aditya Loka (SAL) tentang dugaan hilangnya sumber penghidupan dan tempat tinggal masyarakat adat.

Komnas HAM RI juga berkoordinasi dengan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN RI, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Wakil Ketua Komite I DPD RI, Deputi II Kantor Staf Presiden RI dan Bupati Sarolangun, dan Pj. Gubernur Jambi.

Baca Juga: Info Terkini Sawit di Jambi, Harga CPO Turun Rp285 per Kilogram Periode hingga 17 Juni 2021

Pada pertemuan hari pertama, Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM RI Sandra Moniaga mengungkapkan, tujuan memediasi agar para pihak mendapatkan solusi terbaik bagi pemenuhan hak masyarakat adat maupun penyelarasan dengan komitmen korporasi, PT SAL.

Hari berikutnya, Komnas HAM bertemu Bupati Sarolangun bersama Wamen ATR/BPN, Deputi II KSP dan Wakil Ketua Komite 2 DPD RI.

Pada pertemuan tersebut, membahas alternatif penyelesaian berkaitan dgn kebutuhan penyediaan lahan untuk ruang hidup Masyarakat Adat Orang Rimba/Suku Anak Dalam (SAD) Hitam-Ulu/Air Hitam.

Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Minta Kemenlu Lakukan Diplomasi untuk Dapatkan Kuota Haji Negara Lain

Juga alternatif penyelesaian berkaitan dengan hak-hak dasar SAD. Selanjutnya melakukan pertemuan terpisah dengan PT SAL sebagai tindak lanjut.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: Komnas HAM


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X