Terkait Kasus Alat Rapid Test Bekas, Menteri BUMN Ambil Langkah Tegas bagi Direksi KFD

- 16 Mei 2021, 12:58 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir. /Dok. Kementerian BUMN

 

HALLO BOGOR - PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) mesti bertanggung jawab atas kasus penggunaan alat rapid tes antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Pihak kepolisian sudah menetapkan lima orang pegawai KFD sebagai tersangka dan kini penyelidikan masih berjalan terus.

Sikap tegas pun diambil Menteri Budan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Pimpinan tertinggi cucu dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk tersebut semuanyanya dipecat.

Baca Juga: 6 Korban Perahu Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Ditemukan, 3 Korban Lagi Masih Dicari

Menurut Erick, apa yang terjadi di Kualanamu adalah persoalan yang mesti direspons secara profesional dan serius.

Setelah melakukan penilaian secara terukur dan berlandaskan semangat good corporate governance, langkah tegas mesti diambil.

"Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil," ungkap Erick.

Baca Juga: Seperti Ini Keunikan Kostum Nasional Bertema Komodo dalam Ajang Miss Universe 2020

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X