Pelabelan KKB Papua Sebagai Teroris Menuai Kontra dari Koalisi Masyarakat Sipil

- 7 Mei 2021, 16:19 WIB
Sejumlah prajurit Kopasus mengusung jenazah Kabinda Papua Mayjen Anumerta I Gusti Putu Danny saat Upacara Pengantar Jenazah setibanya di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 26 April 2021.
Sejumlah prajurit Kopasus mengusung jenazah Kabinda Papua Mayjen Anumerta I Gusti Putu Danny saat Upacara Pengantar Jenazah setibanya di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 26 April 2021. /ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp

HALLO BOGOR – Pelabelan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua mendapat reaksi keras dari Koalisi Masyarakat Sipil.

Koalisi tersebut terdiri dari Imparsial, ELSAM, LBH Pers, ICW, LBH Masyarakat, LBH Jakarta, ICJR, PILNET Indonesia, Centra Initiative, HRWG, Setara Institute, WALHI, PBHI, Public Virtue, Amnesty International Indonesia dan Kontras.

Mereka menilai kebijakan pelabelan tersebut, pertama menunjukkan kegagapan dan kebuntuan ide pemerintah dalam upaya menyelesaikan konflik Papua.

Baca Juga: Sedang Tren Food Prep, Begini Cara Memasak Berbagai Hidangan Lebaran Tanpa Ribet

Bukannya menghentikan kekerasan seperti yang dibutuhkan masyarakat Papua, pemerintah justru mencari jalan pintas dengan melegitimasi bentuk kekerasan tersebut.

“Kami menilai, kebijakan pelabelan ini memiliki banyak permasalahan dan justru akan semakin memperburuk konflik di Papua,” kata Julius Ibrani, perwakilan koalisi dalam keterangan tertulis bersama.

Alasan munculnya kontra koalisi tersebut, yakni bukannya membangun dialog Jakarta-Papua secara damai, kebijakan pemerintah soal pelabelan tersebut semakin mempertegas pendekatan keamanan (state security) bagi penanganan konflik.

Baca Juga: Operasi Ketupat Jaya 2021 Sudah Putar Balik 1.070 Kendaraan di Hari Pertama Larangan

Juga mengabaikan pendekatan keamanan manusia (human security) yang sebenarnya dibutuhkan dalam penyelesaikan konflik.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X