TNI AL Kesulitan Evakuasi Bangkai KRI Nanggala 402, Salah Satunya karena Ada Torpedo di dalam Kapal

- 5 Mei 2021, 08:42 WIB

h

HALLO BOGOR – Akhirnya, TNI Angkatan Laut mengakui kesulitan mengevakuasi badan kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali pada Rabu, 24 Mei 2021 lalu.

Pasalnya, sejauh ini alat yang digunakan untuk evakuasi hanya mampu membawa bagian kecil badan kapal dari kedalaman 838 meter

Hal itu diungkapkan Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Muhammad Ali saat jumpa pers di RSAL Dr Mintohardjo, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

Baca Juga: KPK Beberkan 6 Tersangka Kasus Korupsi Gratifikasi Pajak di Kementerian Keuangan

Dijelaskan, untuk pengangkatan badan kapal, memerlukan pengait untuk diikatkan ke KRI Nanggala yang tenggelam di dasar laut Bali.

Baca Juga: Liga Bola Belum Aktif, Stadion Candrabhaga Disiapkan untuk Karantina Pemudik Balik dari Kampung

"Untuk mengangkat memang agak susah mungkin, karena untuk menempelkan pengait dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan (untuk mengaitkan)."

Baca Juga: Rumah Artis Terry Putri di Dirampok, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Terkait Pelaku

"Sementara alat yang digunakan untuk evakuasi hanya mampu membawa bagian kecil badan kapal dari kedalaman 838 meter ," tuturnya.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X