Pemerintah Akan Tingkatkan Nilai Ekspor Dua Komoditas Pertanian Unggulan Indonesia Ini

- 4 Mei 2021, 19:02 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. /Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris

HALLO BOGOR - Pemerintah akan mengejar nilai peningkatan nilai ekspor bagi dua komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia, yakni sarang burung walet dan tanaman porang.

Peningkatan nilai ekspor tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan harga terbaik dari pasar dunia yang akan memberikan keuntungan lebih baik bagi para petani dan industri dalam negeri.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang memberikan keterangan bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 4 Mei 2021, selepas rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Kereta Api Tetap Beroperasi pada Periode Larangan Mudik, Begini Persyaratan Ketat PT KAI

"Sarang burung walet ini mempunyai nilai yang luar biasa. Sedangkan Indonesia menjadi produsen utama dari sarang burung walet untuk dunia. Bahkan, kalau tidak salah, hampir 80 persen dari kapasitas dunia disuplai dari Indonesia," ujar Lutfi.

Baca Juga: Ditegur Langsung oleh Wali Kota Tangerang Akibat Kerumunan, Begini Respons Tangcity

Pada 2020 lalu, Indonesia mengekspor sarang burung walet dengan nilai total US$ 540 juta dari 1.316 ton sarang burung walet yang berhasil diekspor. Meski demikian, masih terdapat disparitas harga yang sangat besar dari penjualan di pasar dunia tersebut.

Baca Juga: Ditemukan 17 Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia, Kemenkes Sebut Ada di Daerah Ini

"Hal itu terjadi karena memang negara-negara tujuan utama mempunyai harga yang berbeda. Misalnya Hong Kong yang kita menjual lebih dari hampir lebih dari 85 persen dari ekspor kita harga per kilonya itu hanya US$ 88, sedangkan di RRT harga satu kilonya lebih dari US$ 1.500," ucapnya.

Baca Juga: Fenomena dalam Setahun 2 Kali Ramadhan dan Idul Fitri, Sekali Idul Adha, Begini Masalah Waktunya

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X