6 Analisa Pakar Terkait Hilang Kontak Kapal Selam, Termasuk Soal Ceceran Minyak di Lokasi

- 22 April 2021, 21:09 WIB
Sejak KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak saat menggelar latihan penembakan rudal di laut utara Bali, sebanyak lima KRI mulai disiagakan di Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pangkalan TNI AL Banyuwangi.
Sejak KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak saat menggelar latihan penembakan rudal di laut utara Bali, sebanyak lima KRI mulai disiagakan di Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pangkalan TNI AL Banyuwangi. /ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj

HALLO BOGOR - Kapal selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di perairan Bali bagian utara, Rabu pagi.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menjelaskan awal mula hilang kontaknya kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan di Perairan Bali pada pukul 03.46 waktu setempat.

Kapal selam KRI Nanggala melaksanakan penyelaman kemudian pada 04.00 melaksanakan penggenangan peluncur torpedo.

Baca Juga: Maknai Spiritualitas Ramadhan, Andien Kolaborasi dengan Studio Mardis Rancang Pakaian Multi Fungsi

Saat ini TNI telah mengerahkan lima KRI dan satu helikopter yang melakukan operasi pencarian dengan kekuatan yang lebih dari 400 orang dalam proses pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.

Baca Juga: Raih Laba Bersih Rp16,16 Triliun pada 2020, Astra International Alokasikan Dividen Sebesar Ini

Pakar kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Wisnu Wardhana menganalisa terkait dugaan penyebab kapal selam KRI Nanggala-402, sebagai berikut:

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Penggunaan Sepeda Motor Listrik 2 Juta Unit pada 2025, Ini Alasannya

1. Sistem komunikasi dalam kapal selam ada dua

"Sistem komunikasi dalam kapal selam ada dua, yaitu saat kapal di permukaan air dan saat kapal di bawah permukaan air," ujarnya saat dihubungi di Surabaya, Kamis, 22 April 2021.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X