Didesak Terbitkan Kebijakan Larangan Jual Daging Anjing, Begini Tanggapan Walikota Gibran

- 22 April 2021, 18:20 WIB
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. /Instagram.com/@pemkot_solo

 

HALLO BOGOR - Masyarakat pecinta hewan piaraan anjing di Kota Solo melakukan aksi protes dan meminta Walikota menerbitkan kebijakan larangan penjualan daging anjing.

Daging anjing yang dalam berbagai istilah disebut daging RW dari bahasa Manado rintek wuuk yang artinya bulu halus. Juga istilah daging B1, akronim dari bahasa Medan yakni biang yang artinya anjing.

Lantaran semakin maraknya penjualan daging anjing di Kota Solo membuat Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) merasa prihatin dan mendesak Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk menerbitkan kebijakan larangan penjualan daging anjing.

Baca Juga: Kemensos Nonaktifkan 21 Juta Data Penerima Bantuan Sosial, Ini yang Jadi Penyebab

DMFI menilai, hal itu, selain bertentangan dengan peraturan pencegahan penyakit rabies nasional, juga ada unsur perlakuan kejam terhadap anjing, dan tindakan kriminal.

Baca Juga: Telah Tersedia, PURANA Hadirkan Koleksi Fesyen Bertema Khusus Ramadhan dan Lebaran

“Anjing-anjing mendapat perlakuan kejam dari mulai cara mendapatkannya. kebanyakan dari mencuri anjing, mengumpulkan, dijagal hingga dikonsumsi,” tutur Karin Franken, Koordiantor DMFI.

Baca Juga: 5 Fakta KRI Nanggala-402 yang Dinyatakan Hilang Kontak Setelah Melakukan Latihan Torpedo

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X