Angkatan Laut Singapura Kirim MV Swift yang Bantu Pencarian Nanggala 402, Simak Kecanggihannya

- 22 April 2021, 18:52 WIB
 MV Swift Rescue dilengkapi Deep Search and Rescue Six (DSAR 6).
MV Swift Rescue dilengkapi Deep Search and Rescue Six (DSAR 6). /Instagram / @infokomsndo

HALLO BOGOR - MV Swift milik Angkatan Laut Singapura resmi dikirim atas permintaan TNI-AL untuk ikut membantu dalam pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang dikatakan hilang di perarian Bali pada Rabu pukul 03:00 WITA.

MV Swift Rescue sendiri merupakan kapal jenis Submarine Support And Rescue Vessel (SSRV) atau kapal pendukung kapal selam dan penyelamat, dibangun oleh perusahaan militer lokal Singapura yaitu ST Marine pada 2008 lalu dengan biaya SG$490 Juta atau sebesar Rp5,38 triliun.

MV Swift Rescue bisa dikatakan kapal SSRV tercanggih di Asia Tenggara saat ini, kapal ini telah banyak membantu dalam misi pencarian Malaysia Airlines Flight 370 yang pada Maret 2014, Air Asia Indonesia Desember 2014 dan kini pencarian KRI Nanggala 402.

Baca Juga: Kuartal I 2021 BTN Raup Laba Bersih Rp625 Miliar, Ini Strategi yang Diterapkan Direksi

Kapal pendukung kapal selam, MV Swift Rescue, diluncurkan oleh
Republic of Singapore Navy (Angkatan Laut Republik Singapura/RSN) pada November 2008, merupakan yang pertama di kawasan Asia Tenggara yang memperoleh kemampuan Submarine Escape and Rescue (SMER).

Baca Juga: Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup, Ini Pesan Bupati Bogor Ade Yasin kepada Ibu Rumah Tangga

MV Swift Rescue dilengkapi dengan kapal penyelamat kapal selam, Deep Search and Rescue Six (DSAR 6), sehingga MV Swift Rescue dan DSAR memungkinkan evakuasi personel yang cepat dan efektif dari kapal selam yang tenggelam.

Baca Juga: Rivalitas Tinggi pada Partai Final Piala Menpora 2021, Begini Himbauan Menteri Zainudin Amali

MV Swift Rescue memiliki berbagai kemampuan untuk melakukan operasi SMER. Kapal tersebut terdiri dari helipad untuk evakuasi darurat korban, sistem yang digunakan untuk menurunkan dan menaikkan DSAR 6 dari air, Pusat Kesehatan yang dilengkapi 18 tempat tidur, serta recompression chamber (tempat untuk menormalkan oksigen).

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X