Kemendikbud akan Mengedepankan Kecermatan dalam Penyempurnaan Kamus Sejarah Indonesia, Begini Keterangannya

- 21 April 2021, 22:11 WIB
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid. /Instagram.com/@hilmarfarid

HALLO BOGOR - Setelah kemarin dituding menghilangkan terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim ditanggapi secara gamblang dan serius.

“Draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I disusun tahun 2017. Ini jelas sebelum masa jabatan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim,” ucap Hilmar menanggapi isu yang berkembang lantaran protes NU Circle. Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid, Selasa, 20 April 2021.

“Secara Teknis penyusunan dimulai tahun 2017 namun belum selesai karena begitu panjangnya perjalanan sejarah Indonesia sejak 1900. Karena pada saat itu tahun anggaran sudah berakhir, sebagai pertanggungjawaban kami tetap melaporkan draf naskah yang belum selesai tersebut dalam format pdf,” terangnya.

Baca Juga: Ada Informasi Penyidik KPK Minta Uang Rp1,5 Miliar, Ini yang Dilakukan Dewan Pengawas KPK

“Untuk memastikan isu ini tidak berlarut, saya sudah instruksikan untuk menurunkan semua buku yang terkait sejarah modern sampai ada penyempurnaan yang lebih cermat”, tutur Hilmar.

Baca Juga: Kapal Selam Milik TNI AL Hilang Kontak di Perairan Bali Utara, Begini Kegiatan Akhirnya

Di sisi lain, tim pengoreksi akan dibentuk dengan melibatkan organisasi yang turut membangun negara ini, termasuk dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga: 6 Klub Inggris Serempak Mundur dari Liga Super Eropa, Begini Pernyataanya

Menurut Hilmar, secara subtansial tidak ada niatan untuk menghapus bagian sejarah yang sangat penting. Di dalam draf buku kamus tersebut, sudah dimuat informasi tentang pendirian Nahdlatul Ulama dan disebutkan juga signifikansi KH. Hasyim Asy’ari pada beberapa halaman.

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa

Sumber: Kemendikbud


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X