Begini Kisah Evakuasi Nelayan Terdampak Siklon Surigae yang Terjebak di Tengah Laut

- 21 April 2021, 09:15 WIB
Ilustrasi Nelayan,
Ilustrasi Nelayan, /Dok. Pexels.com/Maria Geller

HALLO BOGOR - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melongune dengan menggunakan sea rider bersama Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Talaud mengevakuasi tiga nelayan yang terjebak di dalam rumpon di perairan Beo, Kepulauan Talaud.

Ketiga nelayan tersebut dievakuasi di sekitar perairan Beo pada dua titik yang berbeda. Christianto Towoliu (28) warga Kelurahan Beo Barat dievakuasi pada koordinat 4°14'311" N - 126°35'556" E.

Sedangkan dua warga lainnya, yakni Nofery Humena (33), dan Alfian Alelo (38) warga Kelurahan Beo Timur, dievakuasi pada koordinat 4°11'053" N - 126°38'477" E.

Baca Juga: Kepulauan Talaud Terdampak Siklon Surigae, Nelayan Diimbau Tidak Melaut Sementara Waktu

"Kondisi ketiga warga tersebut saat dievakuasi menuju Posal Beo dalam keadaan sadar, badan lemas, dan kekurangan makanan."

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Menteri Erick Thohir Takankan Hal Ini kepada Srikandi BUMN

"Selanjutnya diserahkan kepada BPBD Kabupaten Talaud dan diterima keluarga masing-masing," kata Kadispen Lantamal VIII Mayor Laut (KH) Samuel Pontoh, Selasa, 20 April 2021.

Baca Juga: Bisa Kering di Musim Kemarau, Ini 4 Penjelasan Ahli terkait Fenomena Danau Baru di Kupang

Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII melalui pangkalan yang berada di bawah jajarannya yakni Lanal Tahuna juga melakukan evakuasi warga masyarakat nelayan yang terdampak badai siklon tropis Surigae

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X