Begini Alasan Lima Tokoh Politik yang Divaksin Nusantara, Meski Masih Kontroversi

- 20 April 2021, 15:31 WIB
Gatot Nurmantyo Soewantyo.
Gatot Nurmantyo Soewantyo. /Facebook.com/Gatot Nurmantyo Soewantyo

HALLO BOGOR - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan pihaknya tidak pilih kasih terkait uji klinis vaksin apapun termasuk vaksin Nusantara.

BPOM mengatakan vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya karena beberapa syarat belum terpenuhi.

Diantaranya Cara Uji Klinik yang Baik (Good Clinical Practical), Proof of Concept, Good Laboratory Practice dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (Good Manufacturing Practice).

Baca Juga: Hadapi Islamopobia di Negara Barat, Islam Jangan Terjerumus dalam Perangkap yang Sama

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menuturkan pihaknya mendukung berbagai pengembangan vaksin asalkan memenuhi kaidah ilmiah untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat, dan bermutu.

Baca Juga: Gencar Sosialisasi Larangan Mudik 6-17 Mei 2021, Begini Aturan yang Diberlakukan Kemenhub

Terkait vaksin nusantara, dikutip Hallobogor.com dari Antara, BPOM mengatakan sudah melakukan pendampingan yang sangat intensif dimulai dari sebelum uji klinik.

Baca Juga: Marak Kasus Penipuan, Inilah Empat Langkah Cara Aman Ikut Lelang Kendaraan Bermotor

Juga mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK), dan ada komitmen-komitmen yang harus dipenuhi. BPOM juga sudah melakukan inspeksi terkait vaksin Nusantara.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X