Korban Meninggal Jadi 7 Orang, Lebih dari 300 Rumah Rusak di Wilayah Provinsi Jatim

- 10 April 2021, 23:50 WIB
Warga mencari barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari tumpukan reruntuhan bangunan rumahnya setelah gempa di Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Sebanyak 49 rumah warga dan tempat ibadah yang tersebar di 28 desa di 12 kecamatan dilaporkan rusak akibat  gempa yang melanda pesisir selatan Jawa pada Sabtu, 10 April 2021 siang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Warga mencari barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari tumpukan reruntuhan bangunan rumahnya setelah gempa di Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Sebanyak 49 rumah warga dan tempat ibadah yang tersebar di 28 desa di 12 kecamatan dilaporkan rusak akibat gempa yang melanda pesisir selatan Jawa pada Sabtu, 10 April 2021 siang, sekitar pukul 14.00 WIB. /ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

HALLO BOGOR – Gempa dengan magnitudo (M)6,1 berdampak pada kerusakan bangunan rumah di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur.

Data BNPB hari ini, Sabtu 10 April 2021 pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat.

BNPB menghimpun sejumlah data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga: Tetap Waspada, Meski Hasil Monitoring BMKG Malang Belum Tunjukkan Gempa Susulan

Total rumah rusak berat (RB) berjumlah 11 unit, rusak sedang (RS) 194 dan rusak ringan (RR) 126.

Baca Juga: Kerajaan Inggris Berduka Pangeran Philip Pendamping Ratu Elisabeth Selama Tujuh Dekade Meninggal Dunia

Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan.

Baca Juga: Warga yang Terdampak Bencana di NTT akan Dibangunkan Rumah Gunakan Teknologi Ini

Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1.

Baca Juga: 3 Kawasan Ini Penyokong Rekor Penjualan Rolls-Royce Tertinggi Selama 116 Tahun Meski Pandemi

Sedangkan korban meninggal dunia, BNPB masih menunggu verifikasi data dari BPBD.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: BNPB


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X