Kepulangan Pekerja Migran Jelang Ramadhan dan Lebaran, akan Ditangani Seperti Ini

- 8 April 2021, 14:25 WIB
Acara Rapat Koordinasi Dukungan Penanganan PMI, secara luring di ruang rapat lantai 14 Kantor Kemenko PMK. /Dok. kemenkopmk.go.id

HALLO BOGOR - Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah sudah di depan mata. Bulan suci umat muslim seluruh dunia itu identik dengan tradisi pulang kampung, termasuk bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di luar negeri.

Kepulangan PMI dari luar negeri di tengah pandemi Covid-19 ini perlu dipersiapkan dengan matang. Apabila persiapan dan penanganan kurang matang, maka dikhawatirkan kasus Covid-19 melonjak drastis.

Karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaksanakan Rapat Koordinasi Dukungan Penanganan PMI, secara luring di ruang rapat lantai 14 Kantor Kemenko PMK, dan secara daring via zoom, pada Rabu, 7 April 2021.

Baca Juga: Berbakat Jadi Youtuber Kuliner, Andi Mallarangeng Ungkap Asal-usul Nasi Goreng SBY

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri memimpin jalannya rapat. Femmy menyampaikan isu yang menjadi perhatian pemerintah dalam antisipasi penanganan kedatangan PMI.

Baca Juga: Begini Ancaman Gubernur Ganjar bagi Objek Wisata di Jateng yang Langgar Prokes Covid-19

Salah satu isu yang tengah hangat belakangan ini, sebut Femmy, adalah ditemukannya banyak PMI bermasalah yang positif Covid-19 di pintu kepulangan PMI di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Berikan Stimulus Covid-19, Pemerintah Siap Lakukan Ini untuk Merangsang Belanja Daring Jelang Lebaran

Femmy mengatakan, kepulangan PMI baik secara mandiri, ataupun karena dideportasi harus dipastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat dan tidak membawa virus.

Baca Juga: Terkait PP Hak Cipta Musik, Ini 14 Tempat dan Jenis Kegiatan yang Ditarik Royalti Bila Memutar Lagu

Karena itu, jelas Femmy, penanganan kepulangan PMI, umumnya di seluruh pintu kepulangan, dan khususnya di 6 pintu kepulangan utama yakni di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Lalu di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Batam Kepulauan Riau, Tanjung Balai Kepulauan Riau, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Tanjung Benoa Bali, harus dipersiapkan dengan baik.

"Kita harus menggandeng teman-teman dari kementerian dan lembaga lain yang langsung mengkoordinasikan terkait PMI," ujarnya, dikutip Hallobogor.com dari laman resmi Kemenko PKM.

Baca Juga: 5 Fakta Peranan Ibu Tien Soeharto di TMII, yang Segera Diambilih Alih Pemerintahan Jokowi

Dalam rapat, dijelaskan beberapa persiapan yang telah dilakukan oleh pemerintah sebagai antisipasi kepulangan PMI.

Di antaranya yaitu: penyediaan lounge untuk PMI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, rencana penambahan hunian sementara untuk karantina bagi PMI yang pulang sebelum menuju ke kediaman.

Dan juga rencana optimalisasi penanganan kedatangan PMI unprosedural yang datang dari jalan tikus yang tak resmi.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: kemenkopmk.go.id


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X