Program Vaksinasi yang Digalakkan Mengalami Perlambatan, Begini Alasan Budi Gunadi

- 5 April 2021, 23:13 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat menjalani vaksinasi Covid-19. /Dok. Setneg.go.id

HALLO BOGOR - Pemerintah mengakui program vaksinasi yang digalakkan dalam dua bulan terakhir mengalami perlambatan karena terbatasnya suplai vaksin dari negara produsen.

Hal itu diakui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin soal laju vaksinasi di Indonesia yang melambat karena adanya pembatasan suplai vaksin.

"Vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau total untuk 2 bulan, 30 juta dosis tapi kita hanya bisa dapat 20 juta dosis, atau dua pertiga, akibatnya laju vaksinasinya tidak secepat sebelumnya karena memang vaksinnya yang berkurang jumlahnya," kata Budi Gunadi di Kantor Presiden Jakarta, Senin, 5 April 2021

Baca Juga: Polisi Sudah Ingatkan Jangan Timbun Bahan Pangan, Ini Hukumannya Buat yang Nekad

Budi menjelaskan, hal itu terjadi karena banyak negara-negara Eropa, beberapa negara di Asia seperti India, Filipina hingga Papua Nugini serta negara di Amerika Selatan seperti Brazil mengalami lonjakan ketiga dari kasus aktif COVID-19. Sehingga menyebabkan stok vaksin untuk dikirim ke luar negeri menjadi terbatas.

Baca Juga: Usai Libur Paskah, Jasa Marga Catat 343 Ribu Kendaraan Telah Kembali Lagi ke Jabotabek

"Akibatnya negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi-lokasi tersebut mengarahkan agar vaksinnya tidak boleh keluar, hanya boleh dipakai di negara masing-masing, sehingga mempengaruhi ratusan negara di dunia termasuk di Indonesia," ungkap Budi Gunadi.

Baca Juga: Akibat Cuaca Ekstrem Flores Timur dilanda Banjir dan Tanah Longsor, Korban Bertambah Menjadi 54 Orang

Lebih lanjut Menkes Budi Gunadi membeberkan bahwa pemerintah sedang bernegosiasi dengan produsen vaksin dan negara produsen vaksin.

Halaman:

Editor: Wowo Ario Sungkowo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X