Akibat Cuaca Ekstrem Flores Timur Dilanda Banjir dan Tanah Longsor, Korban Bertambah Menjadi 54 Orang

- 5 April 2021, 21:14 WIB
Suasana pascabanjir di Flores Timur. /Dok. BPBD Kabupaten Flores Timur

HALLO BOGOR - Guyuran hujan deras, disertai angin kencang yang berdurasi cukup lama, menyebabkan banjir dan tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Kec. Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT pada Minggu, 4 April sekitar pukul 01.00 Wita.

Agustinus Payong Boli, Wakil Bupati Flores Timur membenarkan, banjir dan tanah longsor yang menimpa pemukiman warga terjadi akibat cuaca ekstrem di kawasan tersebut.

Selain memakan korban jiwa, banjir dan tanah longsor yang dipenuhi kayu dan batu besar tersebut, juga berakibat pada ludesnya puluhan rumah lengkap dengan barang berharga milik warga sekitar.

Baca Juga: Beredar Kabar Ada Keppres Darurat Keuangan Negara, Begini Penjelasan Pihak Setneg

"Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan," ungkap Agustinus.

Baca Juga: Gelar Patroli TNI- Polri, Wakapolda Jabar Pastikan Perayaan Hari Paskah Berjalan Aman

Dia mengatakan, proses pencarian korban dilakukan petugas dengan dukungan semua unsur masyarakat setempat sehingga mereka menemukan beberapa korban jiwa meninggal di Desa Nobo.

Baca Juga: 41 Meninggal Dunia dan 27 Warga Masih Hilang, Akibat Banjir Bandang di Flores Timur

"Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir," ungkapnya seperti dikutip Hallobogor.com dari Antara.

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X