Grobogan Banjir Bandang Akibat Alih Fungsi Lahan, 2.500 Rumah Terendam Banjir

- 3 April 2021, 05:02 WIB
Sekitar 1.900 rumah warga dan 3 kantor pemerintahan terdampak banjir bandang di Jawa Tengah.
Sekitar 1.900 rumah warga dan 3 kantor pemerintahan terdampak banjir bandang di Jawa Tengah. /Dok. BNPB Indonesia

HALLO BOGOR - Banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu, 31 Maret 2021 pukul 23.30 WIB.

Peristiwa itu dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Klambu dan sekitarnya sejak pukul 20.30 hingga 23.30 WIB.

"Hujan mengguyur wilayah wilayah Kecamatan Klambu dan sekitarnya pada jam 20.30 - 23.30 WIB,” ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih melalui keterangan tertulis.

Baca Juga: Masuk ke Papua Nugini Lewat Jalur Tikus, Begini Alasan Gubernur Papua Lukas Enembe

Selain hujan deras, kondisi lahan perbukitan yang telah beralih fungsi dari hutan heterogen menjadi areal persawahan tanaman musiman menjadi faktor yang diduga menyebabkan bencana tersebut.

Baca Juga: Gubernur Anies Janji Tuntaskan Ini bagi Warga Terdampak Kebakaran, Sebelum Idul Fitri

Adapun dampak dari banjir bandang tersebut, sedikitnya ada 1.900 rumah warga, 3 kantor pemerintahan, 4 sekolah, 1 pondok pesantren, 2 masjid dan 12 musala terendam air dengan Tinggi Muka Air (TMA) 40-200 sentimeter di Desa Klambu.

Baca Juga: Bima Arya Pastikan Ibadah Paskah di Kota Bogor Berjalan Aman, Ini yang Wajib Dilakukan Jemaat

Kemudian ada sebanyak 500 rumah warga terendam genangan air dengan Tinggi Muka Air (TMA) 40-150 sentimeter di Desa Penganten. Menurut pendataan sementara, ada kurang lebih 20 rumah yang mengalami kerusakan di wilayah itu.

Baca Juga: Menantu Angin Prayitno Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis, Ini Kata Kontras

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X