SPAM Umbulan yang Diresmikan Jokowi Mampu Penuhi Kebutuhan Air di 5 Wilayah Ini

- 22 Maret 2021, 22:56 WIB
Presiden Joko Widodo resmikan SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 22 Maret 2021.
Presiden Joko Widodo resmikan SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 22 Maret 2021. /Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev

Dijelaskan Presiden, SPAM Regional Umbulan ini dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) oleh PT Meta Adhya Tirta Umbulan yang merupakan konsorsium PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Bangun Cipta.

Sedangkan proyek SPAM Regional Umbulan menggunakan skema Built Operate Transfer (BOT) dengan masa kerja sama 25 tahun sejak tanggal beroperasi komersial.

Investasi yang digunakan untuk membangun SPAM ini senilai Rp2,05 triliun yang terdiri dari badan usaha senilai Rp1,232 triliun dan Dukungan Kelayakan atau Viability Gap Fund (VGF) dari Pemerintah yakni Kementerian Keuangan senilai Rp818 miliar.

Baca Juga: Melakukan Tindakan Tidak Terpuji, Ini Sanksi yang Diberikan untuk Pelatih Senam Kanada

"Model pembangunan KPBU ini akan terus kita dorong tidak hanya di SPAM Umbulan saja tetapi juga untuk proyek-proyek yang lain sehingga beban APBN ini juga akan semakin berkurang dan nanti pengelolaannya justru swasta yang harus bergerak," terang Presiden.

Seperti dikutip Hallobogor.com dari siaran pers Kemensetneg, sebelum diresmikan, pengelolaan SPAM Umbulan sudah diuji cobakan dengan kapasitas 900 liter air per detik.

Menurut Presiden, masih ada 3200 liter air per detik yang belum tersalurkan atau sekitar 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama. Untuk itu, Presiden meminta agar secepatnya air umbulan bisa masuk ke dalam 310.000 pipa rumah tangga.

Baca Juga: Film Detektif Sherlock Holmes Versi Jepang akan Beredar, Bintangnya Dua Aktor Ini

“Saya minta Bupati/Walikota yang akan teraliri air umbulan agar dengan Gubernur dan Menteri PU-PR dan manajemen PT META duduk bersama.”

“Siapa mengerjakan apa dan tanggung jawab di mana. Jadi harus betul-betul maksimal dan dirasakan oleh masyarakat, jangan sampai proyek besar jadi, pipa utama selesai, tapi masuk RT terkendala karena siapa yang bertanggung jawab tidak jelas,” tegas Presiden.

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: Kemensetneg


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X