Aktivitas Gunung Ili Lewotolok Masih Terjadi, Pengungsi Bertambah Hampir 8 Ribu

- 3 Desember 2020, 13:11 WIB
Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT masih terjadi erupsi pada dini hari 3 Desember 2020. / Instagram.com/@pusdalopsprovntt/

HALLO BOGOR - Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus terjadi pada hari ini, Kamis, 3 Desember 2020 dini hari. Tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak.

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di Pos Pengamatan Gunung api Ili Lewotolok, erupsi terjadi pada pukul 03.54 waktu setempat.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi gunung dengan ketinggian 1.623 meter di atas permukaan laut, terekam di seismogram dengan amplitude 5 mm dan berdurasi 25 detik.

Baca Juga: Ini yang Dibawa Doni Monardo dari Jakarta untuk Korban Gunung Ili Lewotolok

“Erupsi disertai gemuruh lemah dan sinar api kurang lebih 20 meter di atas puncak kawah,” tulis Anselmus Bobyson Lamanepa dalam laporannya, Kamis, 3 Desember 2020.

Keterangan tertulis Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB yang diterima Hallobogor.com, data per 2 Desember 2002, pukul 22.00 WIT, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata melaporkan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 7.968 jiwa.

Mereka tersebar di 19 titik pos penampungan dan rumah-rumah warga. Warga yang berada di pos penampungan antara lain di kantor bupati lama 1.366 jiwa, SMPN I Nubatukan 873, aula kantor camat 653, Parak Walang 456, Desa Tapolangu 287.

Baca Juga: BNPB Mulai Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok

Juga Aula Kelurahan Lewoleba Tengah 279, aula Kopdit Ankara 169, los pasar Lamahora 112, aula Kelurahan Lewoleba Timur 65, aula Selandoro 50, aula GMIT Maranatha 64 dan aula BKD PSDM 46.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: BNPB Indonesia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X