Wajib Tes PCR dan Isolasi Mandiri 14 Hari, WNA yang Baru Tiba di Indonesia

- 28 November 2020, 19:02 WIB
Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Andy Rachmianto. /Facebook.com/@andyrachmianto.

HALLO BOGOR - Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Andy Rachmianto mengatakan, warga negara asing (WNA) yang baru tiba di Indonesia wajib menunjukan hasil pemeriksaan usap tenggorokan (PCR) serta menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu diungkapkannya lewat sesi dialog virtual bertajuk "Proteksi WNA pada masa pandemi COVID-19" yang diadakan di Graha BNPB, Jakarta, pada Kamis 26 November 2020.

“Mau WNI atau WNA protokolnya sama saat memasuki tanah air, mereka harus mempunyai hasil PCR negatif. Setibanya di bandara, meskipun sudah punya tes PCR negatif, mereka tetap mengisi kartu kesehatan dan ada beberapa pemeriksaan tambahan," jelas Andy.

 Baca Juga: Masih Pandemi, Ini Tiga Alternatif Kuota Haji 2021 yang Disiapkan Kemenag

Ia juga menerangkan prosedur protokol kesehatan yang harus dijalani warga negara asing jika mereka tidak dapat menunjukkan hasil tes PCR negatif ke petugas di bandara, pelabuhan, atau pintu masuk perbatasan lainnya.

"Ada beberapa kasus WNA yang tiba belum tes PCR, mereka harus melakukan tes rapid dulu. Jika reaktif, mereka harus tes PCR di salah satu rumah sakit rujukan pemerintah, dan menunggu hasilnya selama 3-4 hari, pemerintah telah menyiapkan tempat karantina, atau jika mereka memilih tempat lain, kita menyediakan hotel rujukan," tambahnya.

Fasilitas karantina yang disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan tanpa pemungutan biaya apapun, namun jika WNA memilih menginap di hotel, biayanya ditanggung sendiri.

 Baca Juga: Menristek Bambang Brojonegoro Sebut Vaksin Merah Putih Bisa Diekspor

Andy memastikan, semisalnya ada WNA di Indonesia yang positif terinfeksi Covid-19, Pemerintah Indonesia akan menanggung biaya perawatan pasien di rumah sakit rujukan. Hal itu mengacu dengan prinsip timbal balik hubungan antar negara.

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X