Masalah Pernapasan pada Anak, Lebih Efektif Menggunakan Nebulizer

- 3 Desember 2020, 07:07 WIB
Nabulizer dinilai cukup efektif membantu para orangtua yang memiliki anak dengan asma, untuk pengobatan yang aman dan nyaman bahkan bisa dilakukan di rumah. /Pixabay/Myriams-Fotos/



HALLO BOGOR - Banyak orangtua yang meragukan penggunaan nebulizer pada anak. Padahal, penggunaan nebulizer sangat efektif untuk mengobati masalah pernapasan pada anak.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pengobatan dengan nebulizer bisa memberikan hasil yang lebih baik untuk penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan flu musiman akibat perubahan cuaca.

Nebulizer adalah alat bantu medis yang mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi uap yang dihirup.

Baca Juga: Catat, Mengkonsumsi Buah Kering Ternyata Lebih Bagus Daripada Cemilan

"Umumnya kita menggunakan untuk pengobatan. Sampai saat ini banyak obat-obatan cair yang kita gunakan untuk memasukkan targetnya langsung ke paru, baik itu untuk penyakit asma atau PPOK serta beberapa infeksi saluran napas atas yang bertujuan untuk memudahkan mengeluarkan lendir atau dahak, selain itu melegakan pasien dan bertujuan sebagai pelembab," ujar Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Persahabatan Dr Andika Chandra Putra PhD SpP(K) dalam peluncuran OMRON DuoBaby, Selasa, 1 Desember 2020.

Penyakit asma masuk dalam kelompok Penyakit Menular (PM) dengan prevalensi lebih tinggi, yakni 6,8 persen. Indonesia ditempatkan urutan ke-19 negara dengan kematian akibat asma terbayak di dunia.

WHO menunjukkan angka kematian akbiat asma di Indonesia mencapai 1,77 persen dari seluruh jumlah kematian penduduk.

Baca Juga: Aneka Manfaat Susu Almond, dari Turunkan Berat Badan hingga Cegah Alzheimer

Masih banyak orangtua yang mengabaikan masalah gangguan pernapasan pada anak, padahal pneumonia merupakan penyebab kematian balita terbesar kedua di Indonesia.

Seperti dikutip Hallobogor.com dari Antara, lebih dari 19 ribu balita di Indonesia meninggal akibat pneumonia pada 2018. Ini berarti, lebih dari dua anak meninggal setiap jamnya karena pneumonia dan 50 persen penyebabnya oleh polusi udara, menurut UNICEF.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X