Dituding Hilangkan Jejak Pendiri NU di Kamus Sejarah Indonesia, Begini Klarifikasi Kemendikbub

- 20 April 2021, 20:44 WIB
Pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.
Pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. /Dok. Nahdlatul Ulama

HALLO BOGOR - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengklarifikasi sekaligus menepis tudingan bahwa Kemendikbud telah menghilangkan jejak tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu dilakukan sehubungan maraknya protes dari kalangan yang menuding Kemendikbud atas penghilangan jejak tokoh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Kemendikbud selalu berefleksi pada sejarah bangsa dan tokoh-tokoh yang ikut membangun Indonesia, termasuk Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam mengambil kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan,” tegas Hilmar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Baca Juga: Valuasi Gojek dan Tokopedia Mencapai Rp580 Triliun, Mendekati Bank BRI dan Bank BCA

Hilmar yang juga dikenal sebagai sejarawan melengkapi pernyataannya dengan fakta.

“Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari di Jombang didirikan oleh Kemendikbud. Bahkan, dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, Kemendikbud menerbitkan buku KH. Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri,” terangnya.

Baca Juga: Setelah Sahur Tetap Gosok Gigi, Begini Waktu yang Tepat Menurut Dokter

Meluruskan tudingan yang dimaksud kalangan tersebut, Hilmar menjelaskan, bahwa buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tidak pernah diterbitkan secara resmi.

Baca Juga: Terkait Penanganan Hukum Terhadap Tersangka Joseph Paul Zhan, Begini Penjelasan Polisi

Hilmar menyatakan, dokumen yang tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat oleh kalangan tertentu merupakan salinan lunak (softcopy) naskah yang masih perlu penyempurnaan.

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: Kemendikbud


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X