Meskipun BOR Menurun, Ridwan Kamil Tetap Imbau Masyarakat Perkuat Prokes

- 21 Juli 2021, 08:51 WIB
keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat kembali menurun sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat kembali menurun sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. /Instagram.com/@jabarprovgoid

HALLO BOGOR - Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat kembali menurun sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan pada 3 Juli 2021. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat,  per Jumat, 16 Juli 2021, BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat sebesar 81,94 persen.

Sedangkan BOR rumah sakit sepekan sebelumnya atau pada Jumat 9 Juli 2021.mencapai 87,87 persen. 

Baca Juga: Vaksin Gotong Royong Berbayar Dibatalkan, BUMN Kimia Farma Dilarang Jualan Vaksinasi Covid-19

Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, penurunan BOR tidak lepas dari upaya yang dilakukan semua pihak.

Setidaknya, ada tiga strategi yang diambil Pemda Provinsi Jabar dalam menekan BOR rumah sakit rujukan Covid-19. 

"Pertama adalah pemanfaatan ruang isolasi desa supaya yang OTG dan gejala ringan tidak perlu ke rumah sakit. Kedua, menaikkan tempat tidur untuk Covid-19 dari jatah pasien umum," kata Ridwan Kamil, Jumat 16 Juli 2021. 

Baca Juga: Simak Cara dan Syarat Penerimaan, Pemerintah Cairkan BPUM UMKM Juli-September

Strategi yang ketiga, kata Ridwan Kamil, adalah memindahkan pasien Covid-19 yang mau sembuh setelah mendapatkan penanganan dan perawatan di rumah sakit ke pusat pemulihan, seperti hotel dan gedung negara. 

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: Pemprov Jabar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X