Tidak Ada Alternatif, Pedagang Harus Kembali ke Bekas Lokasi Kebakaran Pasar Darurat Leles

- 22 Juni 2021, 15:18 WIB
Bupati Garut, Rudy Gunawan.
Bupati Garut, Rudy Gunawan. /Instagram.com/@kang_rudy_gunawan

HALLO BOGOR - Tidak ada tempat lain, Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat segera membangun pasar darurat tetap lokasi kebakaran dekat alun-alun Kecamatan Leles.

"Sementara ini kita akan membangun lagi pasar darurat di sana, tetap di lokasi itu karena tidak ada lokasi lain," kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Senin 21 Juni 2021.

Ia megaku turut prihatin atas musibah kebakaran, sehingga 412 kios dan 60 lapak pedagang Pasar Leles hangus terbakar di lokasi pasar darurat lapangan Alun-alun Leles, Minggu (20/6) tengah malam.

Baca Juga: Kemenkop dan UKM Luncurkan Pedoman Dasar Pendirian Koperasi Guna Permudah Masyarakat

Bupati minta maaf kepada pedagang, karena selama ini harus berjualan di pasar darurat, akibat dari keterlambatan pembangunan Pasar Leles dalam proses pengerjaan.

"Saya juga merasa sedih terhadap kondisi pasar Leles, pasar Leles juga yang tadinya ada jadi masalah."

"Saya mohon maaf pada masyarakat Leles terutama pedagang, dan saya juga turut prihatin atas kejadian kebakaran ini," kata Bupati.

Baca Juga: MA Kabulkan Kasasi Kemenag, Perkuliahan di Kampus STAIN Meulaboh Akan Dibuka Kembali

Selama pembangunan pasar Leles belum tuntas, kata Bupati, maka seluruh pedagang tetap berjualan di pasar darurat di lokasi berkas dilanda musibah kebakaran.

Rudy Gunawan berjanji paska proses penyelidikan musibah kebakaran selesai, langsung membersihkan lokasi Alun-alun Leles agar pedagang bisa kembali berjualan di pasar darurat itu.

"Sambil menunggu, insya Allah Desember ini (2021) selesai, saya juga akan mantau terus pelaksanaan di lapangan menyangkut penyelesaian Pasar Leles tahap tiga," kata Rudi memberi penegasan.

Baca Juga: Kebijakan Tegas China Terhadap Kripto buat Nilai Bitcoin Jatuh dalam Dua Minggu Terakhir

Proses pemadaman kobaran api di pasar itu membutuhkan waktu cukup lama 10 jam, karena memang banyak bahan yang mudah terbakar.

Demikian diikutip Hallobogor.com dari Antara, Wawan Sobarwan, Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut menambahkan.*

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X