14 Saksi Kasus Suap Pengaturan Proyek di Pemkab Indramayu Dipanggil KPK

- 30 November 2020, 15:22 WIB
Gedung Merah Putih. /Instagram.com/@resiwisang

HALLO BOGOR - Penyidikan kasus suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Tahun 2019. Kini sudah pada tahap pemanggilan saksi. 14 orang sudah dipanggil KPk untuk proses tersebut.

"Hari ini, bertempat di Kantor Kepolisian Resor Cirebon Kota, Kota Cirebon, Jawa Barat diagendakan pemeriksaan 14 saksi untuk tersangka ARM (Abdul Rozaq Muslim/anggota DPRD Jawa Barat 2014-2019 dan 2019-2024)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Senin 30 Novenber 2020.

Ke empat belas orang tersebut yaitu Kepala Dinas Pertanian Indramayu Takmid, Direktur Utama PT Cahaya Purnama Indah Iman Sukirman, Norry Hidayat dari PT Alfindo Wijaya Mandiri, mantan Kabid Jalan Dinas PUPR Indramayu Wempi Triyono, Kabid Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Indramayu Kafidun, dan Masdi dari unsur swasta.

Baca Juga: Unggahan Foto Palsu di Twitter, PM Australia Ingin China Minta Maaf

Selain itu ada juga Yahya yang berprofesi sebagai sopir, wiraswasta Tita Juwita, Staf Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Andrian, wiraswasta Mista, Direktur PT Wijaya Putra Parahiyangan Dadang Juhata, Pemilik CV Putra Widasari Wanto, Direktur CV Sumber Sedayu Badrudin, dan Direktur CV Saka Karya Nawawi Kasnadi.

Rozaq ditetapkan sebagai tersangka baru olah KPK, dalam pengembangan kasus suap terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019. Rozaq diduga menerima aliran dana Rp8.582.500.000 terkait kasus tersebut.

Dia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Demikian seperti yang dikutip hallobogor.com.dari Antara.

Baca Juga: 4.060 Paket Infrastruktur 2021 Dilelang dini oleh Kementerian PUPR

KPK juga telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Bupati Indramayu Supendi (SP), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono (WT), dan Carsa AS (CAS) dari unsur swasta.***

Halaman:

Editor: Asep Saeful Hidayat

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X