Ditendang dari Facebook dan Twitter, Donald Trump Ambil Sikap Lakukan Pembalasan

- 5 Mei 2021, 14:53 WIB
Mantan Presiden AS Donald Trump.
Mantan Presiden AS Donald Trump. /REUTERS/Carlo Allegri

 

HALLO BOGOR - Platform media sosial arus utama seperti Facebook dan Twitter secara permanen “mematikan’ akun mantan presiden AS, Donald Trump, pasca kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa "penuh risiko mengizinkan presiden terus menggunakan layanan kami selama periode ini sudah berjalan baik. "

Oleh karena itu, mantan presiden AS, Donald Trump, meluncurkan platform komunikasi sendiri diberi lbel: "From the Desk of Donald J. Trump".

Baca Juga: Buntut Klaster Tarawih, Kemenag Perketat Pemantauan Penerapan Prokes di Masjid-masjid

Platform ini diluncurkan via video hari Selasa 4 April 2021 waktu Amerika Serikat. Platform ini menggambarkan bahwa medsos ini menjadi "tempat berbicara secara bebas dan aman".

"Di saat keheningan/dan kebohongan/suar kebebasan muncul," bunyi teks dalam video Selasa.

Web ini disebut-sebut memberikan kesempatan kepada mantan presiden untuk memposting pesan, gambar, dan video secara online.

Baca Juga: Ini Persiapan Akhir Pemkab Karawang untuk Pengamanan dan Penyekatan Arus Mudik

Para follower medsos ini dapat men-share kirimannya ke Facebook dan Twitter, tetapi platform baru ini tidak muncul.

“Karena kami tidak dapat mengizinkan pemirsa "membalas" atau terlibat dalam unggahan ini.”

"Ini hanya komunikasi satu arah," Fox News mengutip sumber yang akrab dengan platform tersebut.

Baca Juga: Ada 411 Petugas Gabungan Bersiaga di 17 Titik Perbatasan Surabaya, Ini Daftarnya

"Sistem ini hanya memungkinkan Trump untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya."

Orang dapat menemukan banyak pernyataan lama Trump yang ditampilkan di platform ini, mulai dari 24 Maret.

"From the Desk of Donald J. Trump" diluncurkan hanya sehari sebelum Dewan Pengawas Facebook mengumumkan keputusannya apakah akan menangguhkan tanpa batas waktu mantan presiden AS dari Facebook dan Instagram.

Baca Juga: Ade Yasin Himbau Warga Kabupaten Bogor Tetap Waspada di Tengah Laju Covid-19 Mulai Melandai

Trump dilarang di platform media sosial arus utama seperti Twitter, Facebook, Instagram, YouTube, Snapchat, dan Twitch setelah kerusuhan Capitol pada 6 Januari yang mematikan, yang dituduhnya telah dihasutnya.

Mantan presiden itu dengan keras membantah tuduhan tersebut, bersikeras bahwa dia tidak pernah menginginkan kekerasan di jalanan AS.

Setelah pengasingannya dari media sosial, Trump dan pendukungnya menuduh perusahaan teknologi besar "menekan kebebasan berbicara".

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: Sputnik News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X