Terkait Utusan Myanmar Jelang KTT ASEAN, Ini Sikap Tegas Jaringan Ormas Sipil Indonesia

- 21 April 2021, 12:41 WIB
Pengunjuk rasa membela diri dari pasukan di Kale, wilayah Sagaing, Myanmar, Minggu, 28 Maret 2021.
Pengunjuk rasa membela diri dari pasukan di Kale, wilayah Sagaing, Myanmar, Minggu, 28 Maret 2021. /REUTERS

 

HALLO BOGOR – Rencana kehadiran pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing menghadiri KTT ASEAN di Jakarta 24 April mendatang, ditentang  sejumlah organisasi masyarakat sipil di Tanah Air. Pasalnya militer di Myanmar, bukanlah pemerintahan yang sah.

Jaringan Organisasi masyarakat sipil yang menolak kehadiran Jenderal Min Aung Hlaing antara lain; Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), FORUM-ASIA, Amnesty International Indonesia, Asia Justice and Rights (AJAR), Milk Tea Alliance Indonesia, Serikat Pengajar HAM (SEPAHAM).

Serta Human Rights Working Group (HRWG), Migrant CARE, Asia Democracy Network (ADN), Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), Kurawal Foundation, Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP) dan SAFEnet.

Baca Juga: Ini Kontruksi Naskah Soal Tes Seleksi Calon ASN yang Berkulitas dan Profesional Versi Mendikbud

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengungkapkan penolakan kehadirian junta militer Myanmar sebagai utusan pemerintah.

Baca Juga: Menteri BUMN Unggah Video Inspiratif Penjual Pisang, Ending Ceritanya Bikin Netizen Penasaran

Hal tersebut disampaikan saat Hamid membacakan pernyataan bersama dalam pengarahan pers kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 20 April 2021.

Baca Juga: Pastikan Naskah Soal Seleksi Calon ASN Aman dari Kebocoran, Begini Penjelasan Manteri Tjahjo Kumolo

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X