AS Hentikan Pabrik yang Produksi Vaksin AstraZeneca, Alasannya Masih Simpang Siur

- 4 April 2021, 22:23 WIB
Vaksin AstraZeneca.
Vaksin AstraZeneca. /REUTERS/Hannibal Hanschke

 

HALLO BOGOR - Pemerintah Amerika Serikat pada Sabtu, 3 April dikabarkan menghentikan pabrik manufaktur di Baltimore dalam pembuatan vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc, demikian laporan New York Times.

Pabrik tersebut diketahui sebelumnya telah merusak 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) karena kesalahan melakukan percampuran bahan baku vaksin.

J&J mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya "memikul tanggung jawab penuh terkait pembuatan zat obat untuk vaksin Covid-19 di fasilitas Emergent BioSolutions Inc. Bayview."

Baca Juga: Vaksinasi AstraZeneca Sempat Dihentikan di Sulut, Ini Alasan Komnas KIPI Minta Dilanjutkan

J&J tidak mengatakan secara khusus apakah akan mengambil alih pabrik. Perusahaan itu tidak menanggapi permintaan komentar Reuters untuk keperluan klarifikasi.

Baca Juga: Ini Penyebab Kanada Menghentikan Vaksin AstraZeneca Untuk Usia di Bawah 55 Tahun

The New York Times melaporkan bahwa AstraZeneca mengatakan dalam sebuah pernyataan akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menemukan lokasi alternatif.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Tranparan Soal Stok Vaksin-19 AstraZeneca, Ini yang Dimasalahkan

Namun, dikutip Hallobogor.com dari Antara, lagi-lagi produsen obat tersebut juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X