Rusia Jatuhkan Denda Rp1,62 Miliar kepada Twitter, Ternyata Ini Pelanggaran yang Dituduhkan

- 3 April 2021, 18:38 WIB
Ilustrasi media sosial Twitter.
Ilustrasi media sosial Twitter. /Dok. Media Sosial/M. Rifa'i Azhari

HALLO BOGOR - Pengawas media Rusia, Rusia Roskomnadzor menuduh Twitter gagal menghapus konten yang mempromosikan bunuh diri, pornografi anak, dan penyalahgunaan narkoba.

Akibatnya, sejak awal Maret 2021, pihak berwenang memperlambat kecepatan lalu lintas Twitter, karena ketidakpatuhan perusahaan itu terhadap hukum Rusia.

Namun kemudian, Pengadilan Moskow mendenda Twitter, karena menolak menghapus data yang melanggar hukum Rusia dari platformnya.

Baca Juga: Ini Daftar 29 Tipe Kendaraan yang Berhak Menerima Insentif Relaksasi PPnBM dari Pemerintah

Layanan pers pengadilan Rusia, seperti diwartakan Sputnik, Sabtu 3 Arpil 2021, menjelaskan kepada media itu bahwa jejaring sosial tersebut diwajibkan membayar denda hampir $ 116.000 (setara Rp 1.625 miliar) dalam waktu enam puluh hari, dalam tiga kasus terkait, karena gagal menghapus informasi ilegal.

Baca Juga: Meski Jumlah Pasien Positif Turun, Satgas Covid-19 Ingatkan Masyarakat Tidak Terlena

Secara total, pengawas media Rusia Roskomnadzor telah mengajukan tiga keluhan terhadap Twitter berdasarkan Kode Pelanggaran Administratif atas kegagalan platform untuk menghapus informasi.

Baca Juga: Manchester City Masih Lebih Unggul dari Leicester Meski Menang Tipis, Itu Prediksinya

Roskomnadzor sebelumnya mengatakan dalam rilis persnya bahwa jika perusahaan menolak untuk membatasi akses ke informasi ilegal, mereka dapat menghadapi denda hingga $ 52.000.

Baca Juga: Redam Penyebaran Hoax, Simak 5 Tips Cek Fakta dari Google agar Tidak Sembarang Share

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa

Sumber: Sputnik


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X