UKM Harus Diselamatkan Kalau Tidak, akan Merepotkan

- 15 November 2020, 16:07 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy.
Menko PMK, Muhadjir Effendy. /Instagram.com/@muhadjir_effendy

HALLO BOGOR - Di masa pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi alternatif bagi masyarakat yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), pelaku UMKM di Indonesia melonjak hingga melebihi 63 juta.

“Jika UKM sampai tidak beroperasi, maka mereka bisa jatuh miskin. Oleh karenanya Saya yakin UKM ini punya tenaga kerja yang menggantungkan kehidupannya disana,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di sela-sela kunjungannya ke beberapa UKM yang terletak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Muhadjir juga menjelaskan, bahwa segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna memajukan UMKM.

Seperti mempermudah pinjaman modal untuk UMKM, percepatan surat izin usaha, mempercepat sertifikat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pelaku UMKM obat dan makan, serta merealisasikan Badan Akreditasi Nasional (Banpres) produktif guna pelaku usaha mikro.

UKM itu harus diselamatkan betul. Pabrik besar itu penting, tapi jika pabrik kecil tidak diselamatkan juga akan merepotkan,” tambahnya, seperti dikutip Hallobogor.com dari RRI.

Dalam kesempatannya tersebut, Menko PMK mengunjungi beberapa UKM yang ada di Gresik seperti, UD. Fortune Menganti yang bergerak di bidang perbekalan kesehatan rumah tangga, UD. Jaya Makmur Dusun Ngebret yang memproduksi cemilan, produksi air mineral oleh Pondok Pesantren AL-Azrak Gresik.

Di akhir kunjungannya, Muhadjir tak lupa untuk menghimbau masyarakat dan para pengusaha UKM untuk selalu mematuhi protokol agar terhidar dari penyebaran wabah Covid-19 dan cepat kembali ke kehidupan normal. ***

Editor: Timothy Alden

Sumber: RRI


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X