1.500 Swalayan Ditutup Sejak 2020, Aprindo Tagih Janji Pemerintah Terkait Relaksasi PPN Sewa

- 22 Juli 2021, 18:42 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. Aprindo tagih janji relaksasi PPN sewa bagi pengusaha ritel.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. Aprindo tagih janji relaksasi PPN sewa bagi pengusaha ritel. /Dok. aprindo.org/Tangkapan layar video.

 

HALLO BOGOR – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menagih janji pemerintah terkait relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) sewa bagi pengusaha ritel.

Hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey pada diskusi dalam jaringan (daring) di Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021.

Menurut Roy, sehari sebelum penerapan PPKM Darurat awal Juli lalu, pemerintah sempat menjanjikan akan membebaskan PPN sewa bagi pengusaha ritel.

Baca Juga: Optimalkan SDM di Era Digitalisasi, Nadiem Libatkan Siswa SMK dalam Perakitan Laptop PDN

Namun menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum realisasikan janji relaksasi tersebut.

Roy meminta pemerintah agar memperhatikan kondisi pengusaha ritel agar sektor ritel tidak mati bahkan berdampak terhadap bisnis lainnya.

"Kalau itu sampai tergerus dan terdampak betapa besar multiplier effect-nya belum lagi UMKM yang harus mati, pabrik makanan minuman, kalau ritelnya mati apakah mereka bisa hidup? mereka mau jual kemana?" pungkas Roy.

Baca Juga: Berpeluang Ketemu di Final Olimpiade, Jojo dan Ginting Ungkap Rahasia Saat Jadi ‘Lawan’

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X