Pelaku Gig Economy Belum Terlayani Industri Keuangan, Ini yang Dilakukan oleh BRI

- 6 Mei 2021, 13:11 WIB
Ilustrasi memanfaatkan teknologi digital.
Ilustrasi memanfaatkan teknologi digital. /Pexels/Anette Lusina

HALLO BOGOR – Pelaku gig economy, yakni pasar tenaga kerja yang selama ini identik dengan karyawan kontrak jangka pendek (half-unemployed) atau pekerja lepas (freelancer).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah Pelaku gig economy di Indonesia mencapai 46 juta orang pada tahun 2020. Atau tumbuh sekitar 27 persen.

Selama ini pelaku gig economy masih belum terlayani oleh pelaku industri keuangan.

Baca Juga: Jaga Pemulihan Ekonomi Indonesia, Airlangga Hartarto Ungkap 3 Kunci Utama

Untuk itu, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI Group) melalui BRI Agro akan memanfaatkan teknologi bank digital untuk menyasar para pelaku gig economy.

Direktur Utama BRI Agro, Kaspar Situmorang mengatakan perseroan fokus pada transformasi bank digital karena besarnya potensi yang dimiliki aktor dalam sistem gig economy.

Menurut Kaspar, pekerja tetap (full time employer) berkurang jumlahnya 8,8 persen karena pandemi. Sementara bertumbuhnya gig economy memberikan sumber potesi baru yang belum terlayani oleh bank.

Baca Juga: Siapkan Program Baru untuk UMKM, Platform TikTok Ungkapkan Rencananya

“Kami dari BRI Agro ingin fokus bagaimana menciptakan digital infrastructures untuk gig economy," katanya.

Halaman:

Editor: Wowo Ario Sungkowo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X