Sering Berganti Nama Jadi Modus Pinjaman Online Ilegal Agar Lolos dari Jerat OJK

- 22 April 2021, 09:31 WIB
Ilustrasi Investasi Bodong.
Ilustrasi Investasi Bodong. /Dok. Hallo Media/M. Rifa'i Azhari

HALLO BOGOR - Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan banyak pengelola pinjaman online atau fintech peer to peer lending berganti beberapa nama setelah operasi mereka ketahuan pemerintah dan diblokir.

Wakil Ketua I Satgas Waspada Investasi OJK Hendra Jaya Kusuma menjelaskan, seringnya berganti-ganti nama membuat tugas satgas waspada investasi menjadi berat dan sulit dalam memberantas praktik pinjaman online ilegal.

Kata Hendra, pemberantasan perusahaan pinjaman online ilegal ini harus dilakukan sampai ke akar-akarnya karena selalu menawarkan pinjaman melalui media sosial atau platform digital lainnya yang akan menyulitkan konsumennya.

Baca Juga: Polisi Temukan Ada Tindak Pidana dalam Insiden Balongan, Begini Respon Pertamina

"SWI bekerjasama dengan Kominfo untuk memblokir pinjaman online ilegal. Tapi kalau kita sudah blokir, besok mereka muncul lagi dengan nama yang berbeda," jelas Hendra.

Baca Juga: Kawasan Industri Tarpadu Batang Jadi Contoh dan Berdaya Saing Besar, Begini Rencana Presiden

Lebih lanjut Hendra menjelaskan, upaya yang sudah dilakukan Satgas Waspada Investasi dalam memberantas praktik pinjaman online ilegal adalah dengan melakukan patroli siber untuk mencari jasa pinjaman online ilegal kemudian melakukan pemblokiran perusahaan itu.

Baca Juga: Ini Alasaan Panglima TNI Minta Bantuan Singapura dan Australia Cari KRI Nanggala-402 yang Hilang

Otoritas Jasa Keuangan juga terus melakukan upaya edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada sehingga tidak tergiur dengan penawaran pinjaman online ilegal.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X