Asuransi Produk Investasi Turun Drastis di 2020 Rp 98,25 Triliun, Total Klaim Rp 75,98 Trliun

- 22 April 2021, 08:58 WIB
Ilustrasi bisnis Asuransi.
Ilustrasi bisnis Asuransi. /Dok. Hallo Media/M. Rifa'i Azhari

HALLO BOGOR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah nasabah atau jumlah tertanggung produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau dikenal sebagai unit link turun drastis sepanjang 2020 akibat pandemi Covid-19 tersisa Rp 98,25 triliun

Jumlah tertanggung PAYDI, memang karena kondisi Covid-19 dan sebagainya di 2020 menurun drastis dari rata-rata biasanya ada sekitar 7 juta pemegang polis.

Mungkin banyak yang tidak melanjutkan produk ini akhirnya putus tengah jalan, atau mungkin juga sudah waktunya jatuh tempo.

Baca Juga: Ini Alasaan Panglima TNI Minta Bantuan Singapura dan Australia Cari KRI Nanggala-402 yang Hilang

Hal itu disampaikan oleh Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah saat diskusi dengan awak media secara daring di Jakarta, Rabu, 21 April 2021.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Dinilai Menyimpang dari Aturan WHO, Begini Pernyataan Tegas Koalisi Warga

"Yang pasti tambahan dari nasabah baru tidak banyak, banyak yang redeem sehingga di 2020 menurun drastis tinggal 4,2 juta saja sisanya, sekarang mungkin 4 jutaan," kata Ahmad Nasrullah

Baca Juga: PSSI Berencana Gulirkan Liga 1 Pada 3 Juli 2021, Begini Persiapannya

Menurut Ahmad, selama ini unit link memang menjadi lini usaha yang memberikan kontribusi paling besar yaitu sekitar 50 persen atau separuh dari total penerimaan premi perusahaan asuransi.

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X