Industri Logam Tumbuh 11 Persen Lebih, Pemerintah Mulai Berlakukan Baja Ber-SNI

- 21 April 2021, 23:01 WIB
Industri logam tumbuh 11, 46 persen di tengah pandemi sehingga akan mulai diberlakukan SNI.
Industri logam tumbuh 11, 46 persen di tengah pandemi sehingga akan mulai diberlakukan SNI. /Dok. Kemenperin

 

HALLO BOGOR - Sebagai upaya menekan serbuan logam impor, Kementerian Perindustrian memacu produk logam bersertifikat standar nasional Indonesia (SNI). Karena kebutuhan baja saat ini semakin meningkat baik untuk pasar domestik atau ekspor.

Disebutkan industri logam dasar tumbuh 11,46 persen, karena peningkatan permintaan luar negeri. Karena itu, pemerintah bertekad terus melindungi industri dalam negeri terhadap serbuan produk impor.

Demikian penjelasan resmi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa 20 April 2021.

Baca Juga: Status Terkini Kasus Kilang Balongan, Terbitnya SPDP Permudah Proses Penyidikan Polda Jabar

Untuk itu, kata menteri, diperlukan instrumen yang mampu memacu daya saing produk nasional, sekaligus menjaga kesehatan serta keselamatan konsumen dan lingkungan, termasuk di sektor industri logam.

Baca Juga: Asah Keahlian Digitali Pelaku UMKM, Ini 6 Poin Penting Kerja Sama Kemendag dengan Facebook

Tetap mengedepankan azas fairness dalam perdagangan internasional, penerapan SNI wajib bertujuan untuk meningkatkan akses pasar luar negeri, sekaligus untuk  menekan laju impor.

Baca Juga: Super Lengkap, Ini Dia Nama-nama Perusahaan Pemberi Fee Bansos Sembako Kemensos

SNI wajib dilaksanakan, terutama untuk produk-produk yang berkaitan dengan keamanan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (K3L).

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: Kemenperin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X