Catat Surplus Perdagangan pada Tiga Bulan Terakhir, Begini Penjelasan Pengamat

- 17 April 2021, 15:11 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 15 April 2021.
Suasana aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 15 April 2021. /ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa

 

HALLO BOGOR - Pengamat ekonomi Center of Reform of Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai surplus perdagangan RI selama 2021 berdampak positif pada penerimaan negara.

Yusuf mengatakan meski kontribusi surplus perdagangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tidak sebesar kontribusi dari konsumsi rumah tangga, namun surplus neraca perdagangan cukup berdampak baik dalam mendorong pertumbuhan penerimaan negara.

“Meskipun kontribusi ke perekonomiannya masih relatif kecil tetapi perbaikan surplus perdagangan ini secara tidak langsung berdampak positif terhadap beberapa pos pada penerimaan negara,” kata Yusuf di Jakarta.

Baca Juga: Olahraga Selama Ramadhan, Wajib Perhatikan Lima Hal yang Sangat Penting untuk Kesehatan

Pihaknya mengungkapkan bahwa pos penerimaan negara, seperti penerimaan negara dari bea keluar dan penerimaan negara bukan pajak, seperti non migas mengalami pertumbuhan pada beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Total Kerusakan di Kabupaten Blitar Akibat Gempa Malang Ditaksir Mencapai Rp6,5 miliar

Faktor yang menyebabkan terjadinya surplus perdagangan di tanah air selama tiga bulan terakhir, lanjut dia, adalah perbaikan perekonomian global dan perbaikan harga komoditas yang mendorong perbaikan eskpor dalam negeri meningkat.

Baca Juga: Densus 88 Polri Tembak Mati Seorang Terduga Teroris Makassar, Melawan Saat akan Diamankan

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X