Pengurangan Produksi Belum Bisa Tahan Harga, Harga Minyak Dunia Turun Tipis Jadi 61,32 Dolar AS

- 5 April 2021, 14:27 WIB
Ilustrasi pertambangan minyak.
Ilustrasi pertambangan minyak. /Pixabay/Dr StClaire

HALLO BOGOR - Kesepakatan yang dilakukan anggota OPEC+ plus Rusia untuk mengurangi produksi antara Mei dan Juni, belum mampu menahan tekanan harga menyusul turunnya harga minyak di awal perdagangan pada Senin, 5 April 2021.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, turun 16 sen atau 0,2 persen menjadi 64,70 dolar AS per barel pada 23.51 GMT. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami nasib sama, yaitu untuk pengiriman Mei berada di 61,32 dolar AS per barel, turun 13 sen atau 0,2 persen.

Minggu kemarin kedua kontrak ditutup menguat lebih dari dua dolar AS per barel pada Kamis, 1 April 2021 setelah keputusan OPEC++ dan karena optimisme tentang permintaan energi setelah Presiden AS Joe Biden menguraikan rencana pengeluaran infrastruktur dua triliun dolar AS.

Baca Juga: Lima Berita Terpopuler, Termasuk 4 Fakta Seputar Munchin Kamal yang Ditangkap Densus 88

Dikutip dari Reuters, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia, dan sekutunya, sebuah kelompok negara yang dikenal sebagai OPEC++, setuju untuk mengurangi pembatasan produksi sebesar 350.000 barel per hari (bph) pada Mei, 350.000 barel per hari lagi pada Juni dan lebih lanjut 400.000 barel per hari atau lebih pada Juli.

Baca Juga: Kekerasan Terhadap Jurnalis, Kuasa Hukum Sebut Ada Fakta Baru yang Diungkap Saksi Kunci

Keputusan itu diambil setelah pemerintahan baru AS meminta Arab Saudi untuk menjaga energi tetap terjangkau bagi konsumen meskipun ada kekhawatiran permintaan ketika beberapa bagian Eropa tetap terkunci, sementara Jepang dapat memperluas tindakan darurat sesuai kebutuhan untuk menahan gelombang baru infeksi virus corona.

Baca Juga: Ratusan Warga Hilang Akibat Bencana Alam di NTT, Wilayah Lainnya Berstatus Waspada

Di bawah kesepakatan Kamis, 1 April 2021, pemotongan pasokan OPEC++ akan sedikit di atas 6,5 juta barel per hari dari Mei, dibandingkan dengan sedikit di bawah 7,0 juta barel per hari pada April.

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X