Larangan Liburan Mudik, Peluang Usaha untuk Membuat Program Terobosan Staycation

- 31 Maret 2021, 17:56 WIB
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah menerima dan menyadari imbauan larangan mudik oleh pemerintah.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah menerima dan menyadari imbauan larangan mudik oleh pemerintah. /Pixabay.com/bikson walder

HALLO BOGOR - Imbauan pemerintah yang melarang masyarakat untuk mudik tahun ini demi mencegah penularan Covid-19, dampaknya akan dirasakan oleh para operator wisata di berbagai daerah, termasuk pulau Bali yang betul-betul bergantung kepada wisatawan.

Pemberlakuan larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat, termasuk karyawan swasta maupun pekerja mandiri, aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah menerima dan menyadari imbauan larangan mudik oleh pemerintah tersebut

Baca Juga: Meski Mudik Dilarang Pemerintah Tetap Siapkan Kenyamanan Infrastruktur Jalan

Namun PHRI berharap pemerintah membantu pelaku di industri wisata agar arus kas bisa tetap berjalan dengan lancar, berupa intervensi dan dana stimulus.

Baca Juga: Penyedia Layanan Tiket Mengaku Belum Ada Lonjakan Refund Tiket, Pasca Larangan Mudik

Wakil Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Anton Sumarli mengatakan bahwa momen pelarangan ini bisa menjadi peluang meningkatkan staycation (liburan tanpa meninggalkan kota/negara)

Baca Juga: Akan Berlakukan Kembali SIKM Jelang Mudik Ramadhan, Anies Masih Tunggu Masukan

"Tentunya larangan mudik ini akan membuka peluang bagi hotel untuk mendapatkan sales volume dengan option staycation dari masyarakat," kata Anton.

Baca Juga: Akibat Mudik Dilarang Pemerintah, Ditlantas Jakarta Masih Menunggu Petunjuk

Halaman:

Editor: Budi Purnomo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X